-Kementerian Perhubungan menegaskan pengamanan pelayaran selama angkutan libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor tanpa mengenal hari libur.Langkah ini diarahkan untuk memastikan keselamatan dan kelancaran transportasi laut di tengah peningkatan mobilitas masyarakat.Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Muhammad Masyhud menyampaikan hal tersebut saat rapat Persiapan Operasi Patroli Natal dan Tahun Baru 2025/2026 bersama TNI Angkatan Laut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Pelindo, serta pemangku kepentingan pelayaran di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis."Walaupun ini adalah hari libur, ini juga sekaligus kita menunjukkan bahwa kolaborasi kita bahkan tidak mengenal hari libur," kata Masyhud, Kamis .Baca juga: Keluhan Tiket Mahal di Tengah Bencana Menguat, Kemenhub Siap Sanksi bagi Maskapai Pelanggar TarifIa menilai kehadiran pimpinan Kementerian Perhubungan, TNI Angkatan Laut, serta pemangku kepentingan pelayaran mencerminkan keseriusan negara dalam menghadirkan pengamanan maksimal bagi masyarakat selama libur panjang Natal dan tahun baru."Dengan kerja sama yang solid dan komunikasi yang efektif, saya yakin pelayanan angkutan laut pada periode Natal dan tahun baru Dapat berjalan dengan aman, nyaman dan tentu berkesinambungan," ujarnya.Koordinasi tersebut, menurut Masyhud, mencerminkan kesepahaman antara Kementerian Perhubungan dan TNI Angkatan Laut untuk menjaga keselamatan, keamanan, serta kelancaran transportasi laut nasional. Penguatan kolaborasi tidak dimaksudkan untuk menimbulkan rasa takut, melainkan memberi kepastian rasa aman bagi pengguna jasa transportasi laut.Ia menekankan rencana operasi patroli penting untuk memastikan seluruh aktivitas pelayaran memenuhi standar keselamatan. Risiko kecelakaan transportasi selalu berujung korban dan perlu dicegah melalui langkah bersama yang terukur.Kesiapsiagaan juga diperkuat untuk menghadapi lonjakan mobilitas penumpang, kepadatan kapal, serta potensi cuaca ekstrem yang diprediksi BMKG terjadi selama periode Natal dan tahun baru. Kondisi tersebut menuntut koordinasi yang lebih intensif antarinstansi.Baca juga: Kemenhub: Lonjakan Tarif di Aceh Muncul dari Penerbangan Charter, Bukan Maskapai RegulerMenurut Masyhud, pengamanan pelayaran tidak mungkin dijalankan satu lembaga saja. Kerja sama nyata dan saling melengkapi menjadi keharusan, terutama pada periode Natal dan tahun baru yang selalu diiringi peningkatan signifikan mobilitas masyarakat di sektor transportasi laut."Karena tidak ada satupun instansi yang dapat bekerja sendiri dalam menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran. Dan itu harus berbentuk kerja sama, tidak sekedar sama-sama kerja," tegasnya.
(prf/ega)
Kemenhub dan TNI AL Siaga Penuh Amankan Pelayaran Natal dan Tahun Baru
2026-01-11 03:36:32
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 02:41
| 2026-01-11 02:21
| 2026-01-11 01:54










































