Anak Umur 12 Tahun Bunuh Ibu di Medan dengan Sadis, Apa Mungkin?

2026-01-11 03:58:54
Anak Umur 12 Tahun Bunuh Ibu di Medan dengan Sadis, Apa Mungkin?
MEDAN, - Psikolog Forensik, Irna Minauli, menyatakan sangat mungkin bagi anak berusia 12 tahun, AL, untuk membunuh ibunya, F (42), yang mengalami 26 luka tusuk."Ya sangat mungkin. Kita tidak bisa menafikan kekuatan kemarahan dan sakit hati yang dialami anak," kata Irna kepada Kompas.com melalui telepon pada Selasa .Irna menjelaskan, kondisi fisik AL memungkinkan terjadinya pembunuhan tersebut.AL memiliki tinggi sekitar 167 cm dan aktif dalam olahraga seperti basket, taekwondo, serta latihan fisik menggunakan pull-up dan sandsack."Jadi secara fisik memungkinkan dirinya melakukan. Terlebih kondisi keluarga yang kurang harmonis, adanya paparan kekerasan yang didapat dari ibu, dan pengaruh tontonan," ucap Irna.Baca juga: Penjelasan Psikolog soal Game Kekerasan yang Picu Anak Bunuh Ibu di MedanIrna juga menyoroti adanya persepsi keliru di publik mengenai kondisi AL, yang didasarkan pada foto-foto masa kecilnya yang tersebar di media sosial.Ia menegaskan, AL saat ini sudah melampaui tinggi rata-rata perempuan dewasa."Padahal foto itu sekitar lima tahun yang lalu. Kondisinya saat ini sudah melampaui tinggi rata-rata perempuan dewasa sekalipun," sebutnya.Baca juga: Polisi Tak Temukan DNA Ayah di TKP Anak Bunuh Ibu di Medan Sebelumnya, Kapolrestabes Medan Kombes Calvin Simanjuntak memaparkan kronologi kejadian.Korban F tidur bersama kedua anaknya di kamar lantai satu, sementara suami korban beristirahat di lantai dua.Sekitar pukul 04.00 WIB pada Rabu , AL terbangun dan mengambil pisau untuk melukai ibunya yang sedang tertidur."Adik (AL) mengambil pisau, membuka bajunya, dan melukai korban," kata Calvijn saat konferensi pers di Polrestabes Medan pada Senin .Akibat serangan tersebut, korban menderita 26 luka tikam.Kakak AL terbangun karena ditimpa oleh AL dan melihat adiknya menikam ibu mereka berulang kali.Kakak korban berusaha merebut pisau dari AL dan membuangnya di dalam kamar, namun tangannya sempat tersayat.


(prf/ega)