JAKARTA, - Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, kemacetan hampir pasti terjadi dalam proyek pemasangan pipa air bersih sepanjang 1.000 kilometer pada 2026 mendatang,Ia menjelaskan, kemacetan tak terhindarkan karena jalur pipa yang dipasang memang harus melewati bahu jalan.“Cuma memang sekali lagi karena pipanya tidak mungkin tidak lewat bahu jalan jadi mau tidak mau memang pasti akan ada sedikit traffic jam, sebenarnya tidak sedikit, ya, ada beberapa yang sudah bottleneck,” ujar Arief saat ditemui di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu .Baca juga: Siap-siap Jakarta Macet, PAM Jaya Gali Pipa 1.000 Km pada 2026Menurut Arief, proyek pipa baru ini akan banyak dikerjakan di kawasan Jakarta Timur hingga Jakarta Utara.Sebagian juga mulai masuk ke wilayah selatan, seperti kawasan sekitar Deplu dan Pondok Pinang.Untuk Jakarta Barat, pekerjaan masih terbatas karena pasokan air masih menunggu proyek pemerintah pusat.“Kita siapkan juga jalur alternatif pipa yang akan dibangun bertahap di 2026,” ujar Arief.Baca juga: Siasat PAM Jaya agar Proyek Galian Pipa Tak Bikin MacetArief mengaku PAM Jaya sudah berkoordinasi dengan berbagai instansi, termasuk Dinas Perhubungan, untuk mengurangi dampak kemacetan.Namun, ia menegaskan kemacetan tetap tidak bisa dihilangkan sepenuhnya.“Sebenarnya kita yang seperti Pak Gubernur sampaikan, kita melakukan harmonisasi rekonsiliasi terhadap semua instansi, termasuk kedinasan, gitu, ya, sebenarnya itu sudah dilakukan,” kata dia.Selain itu, PAM Jaya juga akan mengubah pola kerja dalam proyek pemasangan pipa tersebut.Baca juga: Kualitas Air Tanah Dianggap Masih Baik, Warga Jaktim Belum Mau Beralih ke PAMMenurut Arief, jika dulu satu jalur dibuka penuh, sekarang dikerjakan paralel agar kemacetan bisa ditekan, meski waktu proyek jadi lebih lama.Tahun ini, PAM Jaya menargetkan 80 persen cakupan layanan air bersih atau sekitar 1,15 juta sambungan air perpipaan.Tambahan 1.000 km pipa diharapkan memperluas akses air bersih, terutama bagi warga yang selama ini belum terlayani.“Kalau air bersih bisa masuk ke warga kecil, manfaatnya besar sekali,” ujar Arief.
(prf/ega)
Pasang 1.000 Km Pipa pada 2026, Dirut PAM Jaya: Mau Tidak Mau Pasti Macet
2026-01-11 15:17:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 14:58
| 2026-01-11 14:22
| 2026-01-11 13:42
| 2026-01-11 13:40










































