Mentrans Upayakan Pengiriman Bantuan Secepatnya ke 5 Kawasan Transmigrasi di Sumatera

2026-01-11 23:28:54
Mentrans Upayakan Pengiriman Bantuan Secepatnya ke 5 Kawasan Transmigrasi di Sumatera
JAKARTA, - Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, bencana banjir dan longsor di Sumatera kali ini berbeda dengan tsunami dan gempa yang melanda Aceh pada 2004.Menurutnya, dalam bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) lebih banyak jalan yang terputus, sehingga proses evakuasi perlu lebih adaptif. Adapun akses darat terputus di banyak titik, sehingga penyaluran logistik membutuhkan fleksibilitas.Baca juga: Banjir-Longsor di Sumatera, Apa Saja yang Sudah Dilakukan Pemerintah?“Saya pernah berada di Aceh pascagempa dan tsunami 2004. Namun bencana kali ini berbeda, banyak jalan putus dan akses berubah cepat, sehingga strategi logistik harus adaptif,” ujar Iftitah dalam keterangannya, Minggu . Iftitah menyampaikan, pemerintah mempercepat penanganan banjir yang berdampak pada lima kawasan transmigrasi di Provinsi Aceh. Langkah percepatan ini, kata dia, dijalankan sebagai tindak lanjut langsung atas instruksi Presiden RI Prabowo Subianto agar seluruh bantuan untuk masyarakat diberikan secepat-cepatnya, terkoordinasi, dan berorientasi hasil.Lima kawasan transmigrasi yang terdampak meliputi Harus Muda Jay, Kabupaten Bireuen; Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara; Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah; Samar Kilang, Kabupaten Bener Meriah; dan Ketapang Nusantara, Kabupaten Aceh Tengah.Baca juga: Prabowo Pastikan Bantuan Terus Disalurkan kepada Pengungsi Banjir di Sumatera Iftitah menekankan bahwa upaya penanganan dilakukan berjenjang sejak laporan pertama diterima.“Sejak tiga hari lalu, saya menerima laporan dari Tim Ekspedisi Patriot mengenai kondisi lima kawasan transmigrasi yang terisolasi. Setiap informasi yang masuk langsung kami tindak lanjuti untuk memastikan intervensi cepat dan tepat,” jelasnya.Kemudian, pada Rabu pagi , Kementerian Perhubungan telah menyiapkan pesawat pendukung. Namun, otoritas penerbangan menunda penerbangan karena cuaca ekstrem.Menindaklanjuti instruksi Presiden, Iftitah pun bergerak ke Kabupaten Bener Meriah pada Sabtu pagi untuk melakukan verifikasi lapangan dan bergerak sebagai tim pendahulu.Baca juga: Tinjau Bencana Banjir di Aceh, Mendagri Beri Atensi pada Infrastruktur Publik yang Rusak Kehadiran Iftitah di lokasi juga memberikan keyakinan tambahan bagi unsur bantuan untuk berani mendarat di Bener Meriah, mengingat kondisi cuaca yang berubah-ubah dan tantangan visual approach.Sejak Iftitah memasuki Bener Meriah, pesawat Caravan pertama berhasil mendarat membawa bantuan.Sore harinya sortie tambahan dijadwalkan, tetapi tidak dapat mendarat akibat kondisi visual yang kembali memburuk. Pagi tadi, pesawat Caravan kembali berhasil mendarat membawa bantuan lanjutan.


(prf/ega)