Kronologi Penangkapan Dewi Astutik, Gembong Narkoba Dua Ton Sabu Jaringan Golden Triangle

2026-01-12 06:23:52
Kronologi Penangkapan Dewi Astutik, Gembong Narkoba Dua Ton Sabu Jaringan Golden Triangle
- Buronan kelas kakap sekaligus gembong narkoba jaringan Golden Triangle, Dewi Astutik alias Mami, akhirnya ditangkap dalam operasi senyap lintas negara di Sihanoukville, Kamboja.Penangkapan ini menjadi titik penting pemberantasan narkotika internasional mengingat Dewi selama bertahun-tahun menjadi aktor intelektual di balik penyelundupan narkotika termasuk dua ton sabu senilai Rp 5 triliun.Operasi penangkapan ini merupakan kolaborasi antara Badan Narkotika Nasional (BNN), Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI di Kamboja, serta Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.Berdasarkan laporan resmi, Dewi yang juga menjadi buronan Korea Selatan ditangkap ketika berjalan menuju lobi sebuah hotel di Sihanoukville.Operasi berlangsung cepat, presisi, dan tidak menimbulkan gangguan publik.Baca juga: Mengenal Dewi Astutik, “Mami” Jaringan Narkoba Asia Tenggara Asal Ponorogo yang Ditangkap di KambojaLangkah-langkah penangkapan Dewi dilakukan melalui proses intelijen dan diplomasi yang panjang. Berikut rangkaian kronologinya:BNN membentuk tim khusus operasi pengejaran buronan internasional setelah nama Dewi Astutik mencuat dalam kasus heroin 2,76 kilogram pada 2024 dan penyelundupan dua ton sabu melalui KM Sea Dragon Tarawa pada Mei 2025.Kepala BNN RI Komjen Pol Marthinus Hukom menyebut Dewi sebagai sosok yang berperan sebagai otak perekrutan kurir.“Maka saya pada kesimpulan, Dewi Astutik memainkan peran penting dalam proses rekrutmen kurir,” ujar Marthinus dalam tayangan Rosi Kompas TV .BNN menemukan pola bahwa lebih dari 110 WNI yang ditangkap di berbagai negara seperti Brasil, India, Kamboja, dan Korea, ternyata direkrut oleh Dewi.Analisis intelijen menunjukkan Dewi beroperasi di kawasan Golden Triangle (Laos–Myanmar–Thailand), salah satu pusat produksi opium dan heroin terbesar di Asia Tenggara.Dewi diketahui bergabung dengan sindikat Afrika yang bergerak luas di Thailand, Malaysia, hingga Timur Tengah.“Kita hari ini berhadapan dengan sindikasi besar seluruh dunia, dikendalikan oleh Dewi Astutik,” tegas Marthinus.Pada awal 2025, tim intelijen mendeteksi keberadaan Dewi berpindah antara Thailand dan Kamboja. BNN menggandeng BIN luar negeri, BAIS TNI, dan Atase Pertahanan RI di Kamboja untuk mempersempit posisi buronan.Baca juga: Rekam Jejak Dewi Astutik, Gembong Narkoba Internasional yang Ditangkap BNN di KambojaSetelah pemetaan final, BNN dan Kepolisian Kamboja melakukan operasi senyap. Dewi diamankan tanpa perlawanan saat menuju lobi hotel.


(prf/ega)