JAMBI, – Sejumlah orangtua dan wali siswi korban pencabulan kepala madrasah di Kabupaten Merangin, Jambi, mendesak polisi segera menangkap terduga pelaku.Hal tersebut disampaikan AS, paman dari dua korban. Ia menjelaskan dua keponakannya turut menjadi korban tindakan cabul terduga pelaku berinisial S.“Benar, ada dua keponakan saya yang juga dicabuli oleh pelaku,” kata AS saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Selasa .AS berharap polisi segera menangkap terduga pelaku karena jumlah korban terus bertambah.“Di awal ada enam orang yang melapor, terakhir tambah satu lagi, menjadi tujuh orang yang resmi melapor ke Polres,” jelasnya.Baca juga: Orangtua Korban Pencabulan Guru Madrasah di Merangin Keluhkan Respons Polisi: Seperti Mengemis KebenaranAS menyebut dugaan awal jumlah korban mencapai sembilan belas orang. Namun sejumlah korban masih memiliki hubungan keluarga dengan terduga pelaku sehingga enggan melapor.“Jadi, yang tidak melapor itu karena diduga diintimidasi pelaku, karena masih keluarga dia. Sementara yang lain, mereka menilai sentuhan yang dilakukan pelaku masih bisa dimaklumi,” ujarnya.AS mengetahui dua keponakannya menjadi korban setelah informasi dugaan pencabulan tersebar luas. Ia kemudian memanggil keponakannya beserta orangtuanya.“Saya tanya satu per satu keponakan saya, ‘pernah gak dicabuli oleh guru?’ mereka jawab ‘pernah mak ngah (paman)’ akhirnya saya tanya lebih dalam lagi, baru terbongkar,” katanya.Saat itu, kedua korban mengaku diraba pelaku pada bagian tubuh tertentu. Modusnya dilakukan terduga pelaku setiap kali beraksi.Sejumlah orangtua resah karena terduga pelaku masih bebas beraktivitas. Hal ini diungkapkan J, satu di antara orangtua korban yang telah melapor ke Polres Merangin.“Ini kan korbannya ada yang tetangga dia (pelaku), jadi kita orangtua dan anak kita yang jadi korban was-was dengan kehadiran dia,” kata J saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin .J menyebut beberapa orangtua sempat hendak mendatangi terduga pelaku, tetapi ia melarang karena khawatir terjadi keributan.Menurut J, polisi lamban menangani laporan para korban. Hingga kini belum ada kejelasan soal penanganan kasus tersebut.Baca juga: Orangtua Resah, Guru Madrasah Terduga Pencabulan 19 Siswa di Jambi Masih Bebas Beraktivitas“Saya larang orangtua yang lain untuk nemui pelaku, saya bilang kita ikut aturan hukum. Tetapi saat kita ikut aturan, malah lambat sekali, tidak ada perkembangannya,” ujarnya.
(prf/ega)
Dua Keponakan Jadi Korban Pencabulan, Paman Desak Polisi Tangkap Guru Madrasah Terduga Pelaku
2026-01-12 03:03:31
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:29
| 2026-01-12 03:19
| 2026-01-12 02:53
| 2026-01-12 02:47
| 2026-01-12 01:33










































