JAKARTA, - Kebakaran yang melanda los buah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, menyisakan kerusakan parah pada dagangan pedagang.Sejumlah buah seperti pisang, pepaya, hingga nangka terlihat berserakan dan hangus terbakar pada Senin .Berdasarkan pantauan di lokasi, buah pepaya tampak menghitam akibat terbakar. Meski demikian, masih terdapat beberapa pepaya berwarna hijau dan oranye yang dinilai masih layak jual.Buah-buahan tersebut kemudian dipilah dan dimasukkan ke dalam keranjang oleh para pedagang. Selain pepaya, kondisi serupa juga terlihat pada buah pisang di salah satu los pedagang.Baca juga: Kuasa Hukum Roy Suryo Cs Soroti Prosedur Gelar Perkara Khusus Ijazah JokowiSeluruh buah pisang tampak menghitam sehingga tidak dapat dikonsumsi dan dibiarkan begitu saja.Buah-buahan lain seperti nangka dan jambu juga terlihat ditinggalkan pedagang karena kondisinya sudah hangus terbakar.Pasca kebakaran, bau hangus dan gosong masih tercium dari area los buah Pasar Induk Kramat Jati.Sejumlah pedagang terlihat memilah sisa dagangan yang masih bisa dijual, sementara petugas pasar menggunakan alat berat untuk mengeruk sampah sisa kebakaran.Baca juga: Saat Api Melahap Pasar Kramat Jati, Tabungan Pedagang Buah untuk Anak Yatim Ikut HangusPada hari yang sama, Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri juga terlihat melakukan pengecekan di lokasi kebakaran guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.Salah satu pedagang buah, Par (60), mengaku kehilangan seluruh dagangannya akibat peristiwa tersebut.Ia berharap adanya perhatian dan bantuan dari pihak terkait setelah kebakaran menghanguskan sumber penghasilannya."Harapan saya, ya kalau bisa dibantu sama pemerintah atau pasar kan gitu karena yo abis semua," tutur Par.Baca juga: Pengendara Dicegat dan Dianiaya Mata Elang di Depok, Polisi: Itu Tindak PidanaPar juga menyampaikan bahwa ia tidak sempat menyelamatkan uang tabungan yang disimpannya di dalam kaleng maupun di bawah kasur saat kebakaran terjadi."Hangus semua, kalau yang di bawah kasur juga nggak ketauan berapanya. kemarin (tabungan) itu untuk anak yatim itu yang di kaleng kalau yang di bawah kasir kalau kepepet butuh ada kabar kampung sakit meninggal bisa langsung pulang," ungkap Par.Ia memperkirakan uang yang tersimpan di dalam kaleng mencapai sekitar Rp 5 juta. Par mengaku selama ini tidak menyimpan uang di bank karena tidak memahami caranya."Pikiran saya sekitar Rp 5 juta, karena nggak bisa menabung di bank (enggak paham)." jelas Par.
(prf/ega)
Kondisi Terkini Usai Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati
2026-01-11 20:26:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 20:31
| 2026-01-11 20:23
| 2026-01-11 19:01
| 2026-01-11 18:38
| 2026-01-11 18:06










































