BEKASI, - Selama ini, Bekasi, Jawa Barat, umum dikenal sebagai kawasan industri dan permukiman dengan cuaca yang cenderung panas.Kondisi tersebut membuat tanaman kopi nyaris dianggap mustahil tumbuh di Bekasi, yang tidak memiliki iklim sejuk, layaknya kawasan pegunungan penghasil kopi.Hal ini dirasakan oleh pendiri Javara Indonesia, Helianti Hilman, ketika menanam kopi pertama kali di Bekasi pada beberapa tahun silam.Baca juga: Resep Es Kopi Susu 5 Bahan, Bikin Tanpa Mesin Hasil Tetap CreamyBibit kopi yang ditanam di tengah area kebun seluas tiga hektar, tidak tumbuh semestinya, malah cenderung mengering."Saya akhirnya telepon Pak Eko dari Koperasi Classic Beans, nanya-nanya soal tanam kopi di Bekasi, bisa enggak sih?" kata Helianti saat ditemui media di sela acara Cooking Experience Hangi X Bubigi di Sekolah Seniman Pangan Bekasi, Rabu .Menurut petani kopi tersebut, tanaman kopi sebenarnya dapat tumbuh subur di Bekasi. Namun, dibutuhkan penanganan khusus agar hasilnya optimal.Baca juga: Baru Beli Kopi, Ini Cara Menyimpannya agar Tetap Enak"Harus ada banyak tanaman untuk naungan, tapi jangan terlalu padat kanopinya. Harus jarang-jarang," bunyi saran yang diterima Helianti dari petani kopi.Perlu juga menjaga level kelembapan sekitar agar tanaman kopi tidak mati mengering, mengingat suhu di Bekasi yang sering kali terik. Kompas.com/Krisda Tiofani Tanaman kopi di Bekasi, Jawa Barat. Lokasinya di dalam Kebun Seniman Pangan, Javara Indonesia.Ia menuruti saran tersebut dengan menanam pohon lamtoro atau petai cina yang digunakan sebagai penaung pohon kopi.Alhasil, pohon kopi di Bekasi dapat tumbuh subur dan menghasilkan biji kopi selama beberapa tahun terakhir.Baca juga: Kopi Kenangan Sabet Penghargaan di Kancah Dunia Helianti mengatakan, membutuhkan waktu sekitar tiga tahun untuk menunggu bibit tanaman kopi berbunga, lalu berbuah dan bisa dipanen.Kompas.com/Krisda Tiofani Tanaman kopi di Bekasi, Jawa Barat. Lokasinya di dalam Kebun Seniman Pangan, Javara Indonesia."Udah sering kalau panen. Udah sekitar enam kali panen. Dalam setahun, bisa dua kali panen," kata Helianti.Keberhasilan panen kopi tahap awal, mendorong Helianti untuk menanam varietas kopi selain robusta, hingga akhirnya muncul beragam jenis kopi, termasuk arabika dan liberika."Di sini, kami menanam kopi ateng, kopi arabika dari Aceh Tengah, liberika, dan kopi wulung," ujar dia.Baca juga: Kopi Kenangan Sabet Penghargaan di Kancah DuniaKompas.com/Krisda Tiofani Pendiri Javara Indonesia, Helianti HilmanHelianti tidak menyebut pasti berapa banyak total panen kopi yang dihasilkan dalam setahun.Namun, ia memastikan bahwa hasil panen kopi di Bekasi ini tidak dijual di kafe Javara Culture Garden Store, tapi bisa dinikmati oleh peserta Sekolah Seniman Pangan selama musim panen tiba."Hasil panen kopinya dijadikan eksperimen untuk mencoba teknik pascapanen yang beda-beda. Entah itu cuma dijemur, natural, atau semi-wash dan full-wash," ungkapnya.Baca juga: Kopi Turkiye Diakui UNESCO, Apa yang Membuatnya Istimewa?DOK. Sekolah Seniman Pangan Biji kopi yang dipanen di Bekasi, Jawa Barat. Lokasinya di dalam Kebun Seniman Pangan, Javara Indonesia.Meski belum tentu bisa mencicipi kenikmatan kopi yang tumbuh di Bekasi, Sekolah Seniman Pangan tetap membuka pintunya bagi masyarakat umum yang ingin berkunjung dan melihat langsung pohon kopi di Bekasi.Selain mampir ke Kebun Seniman Pangan, pengunjung juga bisa mencicipi olahan hasil tanam langsung di Cafe Seniman Pangan yang berlokasi di tempat yang sama.Cafe Seniman Pangan berlokasi di Jalan Alun-alun Utara 1-3, Vida Bekasi, Jawa Barat dan buka pukul 09.00-20.00 WIB.Baca juga: Jangan Pakai Es, Ini Tips Seruput Kopi Qahwa Khas Arab
(prf/ega)
Bekasi Punya Kebun Kopi, Ada Robusta hingga Kopi Arabika Aceh
2026-01-10 10:02:36
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-10 09:59
| 2026-01-10 09:19
| 2026-01-10 09:14
| 2026-01-10 08:21
| 2026-01-10 07:47










































