Detik-detik Hilangnya Dua Pendaki di Gunung Merapi: Usai Sakit Kaki, Terpisah di Sapuangin

2026-01-12 07:12:55
Detik-detik Hilangnya Dua Pendaki di Gunung Merapi: Usai Sakit Kaki, Terpisah di Sapuangin
YOGYAKARTA, - Tiga orang nekat melakukan pendakian ilegal di Gunung Merapi pada Sabtu .Perjalanan mereka tidak mulus, bahkan dua orang dinyatakan hilang pada Minggu . Sampai dengan Senin , kedua pendaki asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu belum ditemukan.Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) membeberkan kronologis terkait dengan hilangnya dua orang pendaki tersebut.Awalnya pendakian itu dilakukan oleh tiga orang, namun mereka terpisah usai ada satu orang yang mengalami sakit kaki.Kepala TNGM, Muhammad Wahyudi menyampaikan, pendakian tersebut dianggap ilegal. Sebab, saat ini aktivitas pendakian masih ditutup.Baca juga: Pencarian 2 Pendaki Asal Yogyakarta Hilang di Gunung Merapi Dipusatkan di SapuanginPara pendaki naik ke gunung melalui Kalitalang, Klaten."Pada Sabtu, 20 Desember 2025, telah terjadi pendakian ilegal di Taman Nasional Gunung Merapi oleh tiga orang melalui Kalitalang, Klaten," ujar Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Muhammad Wahyudi, dalam keterangannya, Senin .Setelah naik, tiga orang pendaki tersebut berhasil sampai di Pasar Bubrah.Setelah itu, mereka turun melalui jalur Sapuangin, Klaten.Wahyudi menuturkan, satu orang pendaki diketahui mengalami sakit pada bagian kaki, kemudian meminta kedua rekannya melanjutkan perjalanan untuk mencari bantuan.Baca juga: Pencarian 2 Pendaki Asal Yogyakarta Hilang di Gunung Merapi Dipusatkan di SapuanginDua orang pendaki lantas turun. Namun, karena sudah malam dan gelap, serta vegetasi yang rapat, mereka memutuskan bertahan di jalur pendakian Sapuangin.Pada Minggu, 21 Desember 2025 pagi, dua pendaki tersebut melanjutkan perjalanan turun.Di dalam perjalanan, salah satu dari mereka terperosok, namun masih bisa melanjutkan perjalanan."Dalam perjalanan, salah satu terperosok, namun masih bisa melanjutkan perjalanan dan meminta temannya yang ada di atas lereng untuk tetap melanjutkan perjalanan," ungkapnya.Pendaki yang terperosok itu, akhirnya bertemu dengan warga Sapuangin saat mencari jalan keluar. Warga tersebut kemudian memberikan pertolongan.


(prf/ega)