INDEF Prediksi Belanja Pemerintah di 2026 Masih akan Melambat

2026-01-11 04:16:45
INDEF Prediksi Belanja Pemerintah di 2026 Masih akan Melambat
JAKARTA, - Institute For Development of Economics and Finance (INDEF) memprediksi belanja barang dan jasa pemerintah pada 2026 masih akan melambat.Politik kebijakan fiskal pemerintah yang memprioritaskan program unggulan dinilai berdampak negatif pada sektor lain.“Kalau kita bicara fiskal, memang terjadi perlambatan dalam government spending di tahun 2025. Namun, ke depan ini efek perlambatan ini akan menurut saya tetap berlanjut,” kata Peneliti INDEF, Esther Sri Astuti, dalam Diskusi Publik Catatan Akhir Tahun INDEF: Liburan di Tengah Tekanan Fiskal yang disiarkan secara daring, Senin .Baca juga: Indonesia Rentan karena Bergantung ke Negara Lain, INDEF: Garam Pun ImporMenurut Esther, perlambatan masih terus terjadi karena anggaran fiskal negara dalam porsi besar digunakan untuk program unggulan seperti, Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih.Kebijakan itu dinilai mengakibatkan laju pertumbuhan sektor lain melambat.Program MBG pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 misalnya, mencapai Rp 335 triliun.Dana itu akan diambil dari anggaran pendidikan Rp 757,8 triliun atau nyaris setengah dari total pagu pendidikan.INDEF pun mendapati anggaran pendidikan dari tahun ke tahun mengalami tren penurunan. Padahal, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 mengamanatkan anggaran pendidikan 20 persen dari APBN.“Nah ini turun, kurang dari 20 persen,” kata dia.Baca juga: Indonesia Bidik Stop Impor Solar April 2026, RDMP Balikpapan Jadi KunciMenurut Esther, seharusnya pemerintah memprioritaskan sektor pendidikan karena akan berdampak pada pertumbuhan human capital atau sumber daya manusia (SDM).Memiliki SDM yang unggul dan menguasai teknologi menjadi faktor penting dalam menghadapi tahun-tahun ke depan.


(prf/ega)