JAKARTA, - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia akan menyetorkan modal awal ke New Development Bank (NDB) sebesar 1 miliar dollar AS atau setara Rp 16,6 triliun.Setoran modal awal ini dilakukan karena Indonesia menjadi anggota baru dalam NDB seiring dengan bergabungnya Indonesia ke BRICS pada 6 Januari 2025."Pemerintah sudah sepakat untuk memberikan dana 1 miliar dollar AS untuk investasi New Development Bank. Jadi kita menjadi anggota dan langsung berpartisipasi aktif dalam persiapan New Development Bank," ujar Airlangga dalam Rapimnas Kadin 2025 di Jakarta, Senin .Baca juga: Airlangga Sebut Uni Eropa Berpotensi Tunda Regulasi Deforestasi hingga 2027Sebagai informasi, NDB merupakan bank pembangunan yang dibentuk oleh blok ekonomi BRICS sebagai alternatif bagi Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF).Sementara BRICS adalah organisasi kerja sama ekonomi antar negara yang beranggotakan 10 negara. BRICS adalah singkatan dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.Airlangga bilang, bergabungnya Indonesia ke BRICS membuka akses pasar baru ke negara-negara anggota BRICS."BRICS ini merupakan potensi kerjasama global south. Bergabungnya Indonesia juga ditindaklanjuti dengan bergabung kepada New Development Bank," ucapnya.Sebagai informasi, saat dibentuk NDB memiliki modal awal sebesar 100 miliar dollar AS. Modal ini dibagi rata oleh empat negara pendiri awal yakni Brasil, Rusia, India, dan China.Setelah Afrika Selatan bergabung, kelima negara tersebut kini menjadi pemegang saham mayoritas dengan porsi masing-masing sebesar 18,98 persen.Baca juga: Airlangga Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 2026 Bisa Tembus 5,4 PersenDengan bertambahnya anggota BRICS menjadi BRICS+, pemegang saham NDB pun ikut berkembang. Negara-negara seperti Bangladesh, Mesir, dan Uni Emirat Arab juga telah menjadi anggota, meski dengan porsi saham di bawah 3 persen.Struktur ini menunjukkan bahwa kendali utama tetap berada di tangan lima negara pendiri, namun tetap membuka partisipasi lebih luas bagi negara berkembang lainnya.Modal awal NDB akan disalurkan untuk membiayai proyek infrastruktur dan pembangunan berkelanjutan di negara berkembang dan pasar negara berkembang (emerging markets and developing countries/EMDC).Hingga pertengahan 2025, NDB telah membiayai lebih dari 120 proyek pembangunan di berbagai negara anggota, dengan total nilai sekitar 39 miliar dollar AS atau lebih dari Rp600 triliun.Beberapa proyek besar yang didanai NDB antara lain Greener Shanghai Project (China), Silvania Energy Transmission Project (Brasil), Piramal Finance Affordable Housing Project (India), dan City Bank Sustainable Infrastructure Project (Bangladesh).
(prf/ega)
Jadi Anggota Baru New Development Bank, Indonesia Siap Setorkan Modal Awal Rp 16,6 Triliun
2026-01-10 04:53:57
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-10 10:07
| 2026-01-10 10:01
| 2026-01-10 09:50
| 2026-01-10 09:38
| 2026-01-10 09:16










































