ACEH UTARA, – Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, bercerita pengalamannya selama 26 hari berkeliling kampung di Kabupaten Aceh Utara, pascabanjir pada 26 November 2025.Dia mengatakan, khusus untuk jalan utama dan lintas utama, mayoritas korban banjir telah mendapat bantuan bahkan dalam jumlah lebih. Sebab, relawan mengakses lokasi jalan utama.Sementara itu, di daerah pedalaman minim bantuan. Oleh karena itu, dia menyebut, butuh perhatian khusus dari para camat untuk memastikan semua desa mendapatkan bantuan.“Pro aktif, kerja keras. Saya keliling dari pagi hingga malam hari, saya tahu persis cerita masyarakat. Saya lihat kerusakannya, bukan saya besar-besarkan, ini memang kerusakannya besar,” kata Bupati yang kerap disapa Ayahwa ini dalam dalam rapat evaluasi penanganan banjir di Pendopo Bupati Aceh Utara, Senin .Baca juga: Bupati Aceh Utara: Pekan Depan Semua Dinas Wajib Aktif, Jangan Alasan Terdampak BanjirAyahwa mencontohkan, di Kecamatan Baktiya, di Pucok Alue, Gelumpang Payong, Gelumpang Samlako, Jambo Reuloh, Desa Birah, seluruh desa itu mengalami kerusakan yang dahsyat.“Jika ada relawan datang membantu, camat tolong tunjukan lokasi-lokasi yang jauh dari jalan utama. Pasti minim bantuan, tujuan kita agar terdistribusi dengan baik, penerimanya korban banjir, disalurkan sendiri oleh relawan, kita hanya tunjukan desanya saja,” ujar Ayahwa.Dia lantas menginstruksikan agar bantuan bahan pangan dari pemerintah daerah dibagi per paket satu kepala keluarga (KK). Lalu, seluruh kepala keluarga harus menerima sesuai data yang diberikan kepala desa.“Misalnya desa itu terdampak 200 kepala keluarga, ya 200 paket. Fokus kita penerima adalah korban banjir, dan itu hak mereka. Jangan ada cerita kekurangan bantuan bahan pangan,” katanya menegaskan.Baca juga: Pemprov NTB Kirim Tim Medis dan Obat-obatan ke Aceh Utara, Bantu Masyarakat Terdampak BanjirDia menyebutkan, yang viral di media massa hanya Kecamatan Langkahan dan Kecamatan Sawang. Padahal, kecamatan lainnya juga dahsyat kerusakannya.“Kita semua bahu membahu, memastikan semua bantuan tiba di tangan masyarakat. Harap berkoordinasi terus lintas instansi, TNI/Polri/Jaksa dan camat,” pungkasnya.Turut hadir dalam rapat tersebut adalah Tenaga Ahli Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPB) Brigjen Herman Hidayat sebagai penanggungjawab untuk Kabupaten Aceh Utara.Sebelumnya diberitakan, banjir merendam 18 kabupaten/kota di Aceh pada 26 November 2025.Aceh Utara menjadi salah satu daerah terparah terdampak banjir. Ratusan orang meninggal dunia, ribuan rumah rusak, seluruh fasilitas umum lumpuh.Baca juga: Tanggap Darurat Bencana Aceh Utara Diperpanjang, Pengungsi Butuh Perlengkapan Ibadah
(prf/ega)
Bupati Aceh Utara: Saya Keliling Seluruh Lokasi Banjir, Memang Parah, Bukan Dibesar-besarkan...
2026-01-11 03:58:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 04:11
| 2026-01-11 03:40
| 2026-01-11 03:29
| 2026-01-11 02:00
| 2026-01-11 01:45










































