Senangnya Difabel Intelektual Diberi Ruang Bekerja di Kantor Kecamatan Pedurungan Semarang

2026-01-11 03:50:13
Senangnya Difabel Intelektual Diberi Ruang Bekerja di Kantor Kecamatan Pedurungan Semarang
SEMARANG, – Enam penyandang disabilitas intelektual diberi kesempatan bekerja sebagai petugas pelayanan di kantor Kecamatan Pedurungan, Semarang dalam dua bulan terakhir.Hal ini membuat mereka senang, sebab kesempatan bekerja lebih berharga daripada upah.Mereka bertugas menyambut dan mengarahkan warga yang datang untuk mengurus berbagai layanan publik, seperti surat pengantar menikah, surat waris, hingga membagikan bantuan sosial.Langkah ini menjadi bagian dari Program Kecamatan Berdaya di Kota Semarang.Kayla Salma Nugroho (21), salah satu penyandang disabilitas intelektual mengatakan, dirinya bisa belajar di tempat kerja baru karena Kantor Kecamatan Pedurungan memiliki lingkungan yang inklusif dan suportif terhadap kelompok disabilitas."Senang karena aku bisa bekerja di kantor pemerintahan, aku pengen bisa bekerja terus, soalnya di kecamatan semua orang baik, aku dan teman-temanku diterima dengan baik," ungkap Kayla.Ia bekerja setiap Senin dan Jumat pagi. Enday, orang tua Kayla juga melihat semangat dari putrinya. Setiap hendak ke kantor, anaknya terlihat begitu antusias.Baca juga: Agus Difabel: Sebelum Galungan Ini, Saya Disemangati Mamak untuk Tetap Tegar“Kayla excited setiap menjelang jadwal kerja. Pekerjaan ini bagi dia seperti mood booster. Bahkan dari malam sebelumnya dia sudah mempersiapkan pakaian,” tutur Enday, orang tua Kayla saat diwawancarai, Kamis .Di meja pelayanan publik, Kayla dan lima temannya belajar layaknya pekerja profesional.Ia kini mampu mengatasi rasa gugup, memahami berbagai urusan masyarakat, hingga merayakan kemampuan yang selama ini jarang diberi ruang.Menurut Enday, Kayla terbilang pandai beradaptasi mengingat sebelumnya telah bekerja sebagai pelayan di restoran.Baca juga: Kisah Albina, Penjahit Difabel di Sikka yang Bertahan dan Bangkit Lewat KURPengalaman bekerja di Pedurungan juga mengajarkan tentang dinamika sosial yang ada di masyarakat.Bahkan, pada Senin lalu, Kayla mendapat tugas membagikan bantuan sosial.“Awalnya bingung saat tamu menyampaikan keperluannya. Lama-lama mulai paham jenis layanan, seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), surat waris, surat kependudukan, sampai kemarin diminta ikut membagikan bansos,” lanjutnya.Dia menuturkan pihak kecamatan dan pendamping memberikan edukasi sambil praktik langsung.


(prf/ega)