Banjir dan Longsor di Sibolga serta Tapteng: 9 Orang Tewas

2026-01-11 21:51:28
Banjir dan Longsor di Sibolga serta Tapteng: 9 Orang Tewas
- Banjir dan longsor menerpa beberapa wilayah di Sumatera Utara (Sumut), dua di antaranya Kota Sibolga serta Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).Berdasarkan data terbaru, tercatat sebanyak sembilan orang tewas akibat bencana longsor di dua wilayah tersebut.Sebagai informasi, banjir dan longsor Sibolga terjadi sejak Senin . Sementara banjir dan longsor Tapteng terjadi sejak Minggu .Baca juga: Banjir dan Longsor di Sibolga, Jaringan Terganggu, Warga Khawatir Tak Bisa Hubungi KeluargaKabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan, berdasarkan data terbaru kepolisian, tercatat lima orang tewas akibat bencana di enam titik longsor."Bencana paling besar terjadi dengan enam titik longsor yang menyebabkan lima korban meninggal dan merusak sedikitnya 17 rumah dan empat warga masih dalam pencarian," ujar Ferry dalam keterangan tertulisnya, Rabu .Namun, Ferry masih belum merinci kronologi dan identitas korban.Sementara itu, Kabid Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni, mengatakan lokasi terdampak longsor dan banjir Sibolga meliputi Kecamatan Sibolga Utara, Selatan, Sambas, dan Kota.Baca juga: Update Banjir dan Longsor Sibolga: 5 Orang Tewas, 4 Hilang, dan 17 Rumah RusakSaat ini pihaknya masih melakukan pendataan pengungsi hingga korban luka dan tewas akibat bencana alam tersebut."Kami masih melakukan koordinasi dengan BPBD Sibolga dalam hal penanganan bencana di lokasi terdampak," kata Sri Wahyuni.Berdasarkan data terbaru, bencana longsor dan banjir Tapteng mengakibatkan empat orang tewas dan 1.952 kepala keluarga (KK) terdampak.Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan BPBD Sumut, Sri Wahyuni, mengatakan, untuk lokasi longsor terjadi di Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis.Baca juga: Banjir dan Longsor Terjang Sumut: 10 Orang Tewas, 6 Hilang, 2.393 KK TerdampakAkibat bencana tersebut, empat orang dilaporkan tewas yang merupakan seorang ibu dan tiga anaknya. Identitasnya adalah Dewi Hutabarat (33), Trio Arta Rouli (7), Vania Aurora (4), dan Ilona Lumbantobing.Sementara untuk banjir, rumah sebanyak 1.952 KK terendam. Meliputi di Kecamatan Pandan 150 KK, Kecamatan Sarudik 338 KK, Kecamatan Barus 65 KK, Kecamatan Kolang 1.261 KK, Kecamatan Tukka 10 KK, Kecamatan Lumut 78 KK.Namun, untuk jumlah warga yang mengungsi, BPBD masih mendatanya."Saat ini, banjir di beberapa wilayah cakupan lokasi terdampak masih dalam penanganan oleh pemerintah setempat," tandas Sri Wahyuni dalam keterangan tertulisnya, Selasa malam.Sebagian tulisan di artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Update Banjir dan Longsor Sibolga: 5 Orang Tewas, 4 Hilang, dan 17 Rumah Rusak" dan "Update Longsor dan Banjir di Tapteng Sumut: 4 Orang Tewas dan 1.952 KK Terdampak"


(prf/ega)