SPPG di Solo Tetap Beroperasi Selama Libur Sekolah, Prioritaskan Kelompok 3B

2026-01-11 14:37:52
SPPG di Solo Tetap Beroperasi Selama Libur Sekolah, Prioritaskan Kelompok 3B
SOLO, - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Solo, Jawa Tengah tetap beroperasi pada libur sekolah akhir Desember 2025.Namun, menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan jumlahnya lebih sedikit dari hari biasa karena diprioritaskan untuk kebutuhan ibu menyusui (busui), ibu hamil (bumil), dan balita atau kelompok 3B.Sementara itu, bagi siswa yang ingin mengikuti program MBG tetap bisa mengambil makanan ke sekolah.Artinya, SPPG tetap menyediakan MBG bagi siswa yang bersedia datang ke sekolah untuk mengambilnya."SPPG Solo tetap jalan. Ada busui, bumil sama balita kan. Terkhusus peserta didik tetap dikasih juga. Kalau tidak berkenan mengambil ke sekolah ya tidak masalah. Kan masih ada 3B," kata Koordinator Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Solo, Priyo Widyastoko, Kamis .Baca juga: MBG Tetap Disalurkan Saat Libur Sekolah, Begini SPPG di Purworejo Atur Skema PembagiannyaPriyo tidak merinci jumlah sasaran kelompok 3B yang menerima program MBG. Namun, terdapat tiga SPPG di Solo yang menyuplai kebutuhan kelompok tersebut."Ada SPPG Al Abidin 1, 2 sama SPP Jebres (Purwodiningratan)," ujar dia.Priyo juga menyampaikan jumlah porsi yang didistribusikan selama libur sekolah mengalami penurunan. Jika pada hari biasa bisa mencapai ribuan porsi, saat libur hanya ratusan porsi karena penerimanya terbatas pada kelompok 3B."Paling cuma berapa ratus porsi karena untuk 3B," kata Priyo.Wakil Ketua Satgas MBG Pemkot Solo, Purwanti, mengatakan terdapat 50 SPPG yang berdiri di Solo.Dari jumlah tersebut, 34 SPPG sudah beroperasi melayani program MBG dan tersebar di lima kecamatan.Baca juga: MBG di Makassar Tunggu Putusan Pihak Sekolah, Untuk Ibu Hamil Tetap DijalankanMenurut dia, seluruh SPPG yang sudah beroperasi telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)."34 SPPG sudah operasional. Semua sudah ber-SLHS," kata Purwanti.Purwanti menyampaikan Pemkot Solo mengusung program zero accident dalam pelaksanaan program MBG. Program ini bertujuan memastikan penyediaan, pengolahan, distribusi, hingga konsumsi makanan bergizi gratis berjalan aman, sehat, dan sesuai standar tanpa risiko kesehatan."Upaya kita sesuai komitmen bahwa program MBG bagaimana bisa aman di Solo ini memang komitmen dari semua aspek ya. Baik pemda, mitra, kemudian pengelolanya dalam hal ini SPPG sendiri," ujar dia.Selain itu, ia menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara penerima manfaat dengan SPPG serta pembinaan dari Pemkot kepada para mitra."Kemudian juga yang tidak kalah pentingnya memang juga peran komunikasi yang baik sekolah dengan SPPG-nya, pembinaan kita kepada mitra maupun teman-teman SPPG baik ahli gizinya, maupun kepala SPPG," sambung dia.


(prf/ega)