- Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) menggandeng Kementerian Pariwisata (Kemenpar) guna meningkatkan industri sports tourism mulai 2026. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dilakukan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, dengan Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana, di Wisma Kemenpora, Jakarta, Senin .Lewat kerja sama ini, diharapkan pelaksanaan program dan kegiatan sektor kepemudaan, keolahragaan, dan kepariwisataan bisa meningkat. "Transformasi di Kemenpora akan berhasil jika dilakukan dengan kolaborasi lintas sektor. Sinergitas dengan Kemenpar dilakukan agar bagaimana bisa memberikan dampak baik terhadap sport tourism," ujar Menpora Erick Thohir.Dikatakan Erick, sports tourism Indonesia memiliki potensi besar yang belum dimaksimalkan.Baca juga: Peningkatan Bonus Pacu Prestasi Tim Indonesia di SEA Games 2025Maka itu, Kemenpora butuh sinergi lintas sektor, terutama dengan Kemenpar untuk memetakan tempat-tempat wisata yang juga mempunyai potensi dikembangkan ke industri sport tourism."Salah satu program kami yang nanti juga akan sinergi dengan Menteri Parawisata, kita ingin coba memetakan potensi daerah wisata yang berhubungan dengan sports tourism," kata Erick."Contoh misalnya kita terkenal dengan beberapa wilayah untuk mendaki. Atau mungkin surfing tadi ya ada di Banyuwangi ada di Lampung kita petakan dulu.""Karena ini bukan eranya kita membuat program-program menara gading yang sendiri-sendiri. Nah ini yang kita sinergikan titik-titiknya.""Misalnya kita fokus dulu di beberapa titik lokasi surfing. Kalau sampai 2029 ada tiga itu jadi, sudah berapa banyak impact yang datang," jelasnya.Baca juga: Cerita Aldila Sutjiadi/Janice Tjen soal Insiden Lagu Indonesia Raya Mati di SEA Games 2025Upaya peningkatan sport tourism dilakukan Erick berkaca dari data United Nations World Tourism Organization (UNWTO) yang mencatat sports tourism telah menyumbang lebih dari sepuluh persen total belanja pariwisata dunia dan diproyeksikan tumbuh hingga 17,5 persen per tahun hingga 2030 mendatang./Karnia Septia Penonton antre masuk Sirkuit Mandalika di Lombok, NTB, tempat berlangsungnya MotoGP Indonesia 2025, Minggu .Data tersebut menunjukkan prospek dari sport tourism sangat besar di masa depan.Berdasarkan data Kementerian Pariwisata juga mencatat bahwa nilai ekonomi sport tourism mencapai Rp18,79 triliun pada 2024. Sementara itu, Menpar Widiyanti merespons positif kerja sama dengan Kemenpora.Dia menyebut pariwisata menjadi salah satu penggerak penting perekonomian nasional. Maka itu, potensi besar ini harus dimanfaatkan dengan baik. "Kami percaya sinergi antara Kemenpora dengan Kemenpar dapat memperkuat pengembangan sport tourism dan memberi dampak ekonomi," ujar Widiyanti."Tentu kami senang apabila lebih banyak event olahraga di destinasi itu menggerakkan masyarakat ke destinasi jadi lebih banyak. UMKM di sana hidup, masyarakat daerah juga mendapat pemasukan yang lebih di saat-saat event-event tersebut," tambahnya.
(prf/ega)
Tingkatkan Sports Tourism, Kemenpora Jalin Kerja Sama dengan Kemenpar
2026-01-11 22:29:50
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:37
| 2026-01-11 21:52
| 2026-01-11 21:52
| 2026-01-11 21:26
| 2026-01-11 21:01










































