Satwa Langka Kuau Raja Terekam Kamera di Hutan Kalimantan

2026-01-11 03:28:52
Satwa Langka Kuau Raja Terekam Kamera di Hutan Kalimantan
MALINAU, – Petugas Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) di Kalimantan Utara kembali menemukan keberadaan satwa langka Argusianus argus, yang dikenal masyarakat adat sebagai Kuwai atau Kuau Raja.Kepala Balai TNKM, Seno Pramudito, menuturkan bahwa Kuau Raja merupakan salah satu burung dalam famili Phasianidae yang dikategorikan rentan (vulnerable) berdasarkan IUCN Red List.Satwa ini juga berstatus dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018.“Satwa tersebut kita temukan dari hasil pemasangan camera trap di Wilayah Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Long Bawan dan Wilayah II Long Alango, oleh Ashari Wicaksono Polisi Kehutanan Balai TN Kayan Mentarang,” ujarnya melalui pesan tertulis, Senin .Baca juga: Burung Kuau Raja Diklaim Punah tapi Ditemukan Kembali di Aceh, Bagaimana Faktanya?Seno menjelaskan bahwa burung Kuau Raja tersebar di hutan hujan tropis Asia Tenggara, khususnya di Sumatera, Kalimantan, dan Semenanjung Malaysia.Ciri khasnya antara lain bulu berwarna coklat kemerahan dengan bulatan kecil, kepala biru, serta bulu tengkuk berwarna kehitaman.Burung jantan dewasa berukuran lebih besar dibanding betina, dengan panjang bulu mencapai 200 sentimeter yang akan mekar saat musim kawin.Sementara betina memiliki ukuran lebih kecil, panjang sekitar 75 sentimeter, dengan jambul kepala kecoklatan dan bulu ekor serta sayap yang lebih pendek dengan sedikit oceli.Baca juga: Jual Satwa Langka Dilindungi, Seorang Warga Garut DitangkapPemberian nama ilmiah Argusianus argus berarti “ratusan mata”, merujuk pada motif bulunya yang tampak saat burung jantan melakukan tarian pemikat di musim kawin.“Masyarakat adat setempat menyebut burung ini ‘Burung Kuwai’ karena kerap mengeluarkan suara ‘Kuwwaaaiii...’ yang terdengar dari radius cukup jauh,” jelasnya.Menurut Seno, keberadaan Kuau Raja mencerminkan kondisi kawasan hutan yang masih sangat terjaga sehingga membantu petugas dalam pengamanan dan inventarisasi kawasan TNKM.“Prilaku bersih dan gagah dari Burung Kuau juga menjadi inspirasi bagi budaya masyarakat adat di kawasan penyangga TNKM. Burung Kuau perlu dilestarikan bersama untuk menjadi ciri khas kawasan yang selaras dengan budaya masyarakat,” imbuhnya.Baca juga: Tambang Ditutup, Satwa Langka Kian Berbiak di Gunung SirnalanggengIa menambahkan bahwa masih banyak potensi sumber daya alam di kawasan TNKM yang belum terungkap dan pendataannya akan dilakukan secara bertahap.“Kami beserta tim dan stakeholder teknis terkait akan terus melakukan survei dan penelitian untuk menggali potensi-potensi SDA yang berada di dalam Kawasan TNKM, serta bersama-sama mengajak untuk melestarikannya,” kata Seno.


(prf/ega)