Sepeda Motor Masih Jadi Moda Transportasi Paling Rawan Saat Libur Nataru

2026-01-11 03:44:53
Sepeda Motor Masih Jadi Moda Transportasi Paling Rawan Saat Libur Nataru
JAKARTA, - Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) selalu identik dengan lonjakan arus kendaraan di berbagai ruas jalan. Tapi di balik geliat mobilitas itu, data keselamatan justru memberi sinyal serius.Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan mayoritas korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas selama Nataru berasal dari pengendara sepeda motor.Fakta ini menjadi peringatan, di mana kendaraan roda dua, yang selama ini jadi pilihan utama perjalanan jarak pendek hingga menengah, tetap menjadi moda paling rentan, terutama di jalur non-tol yang minim pengawasan.Baca juga: Kemenhub Imbau Tak Mudik Nataru 2025/26 dengan Sepeda Motorkompas.com Ilustrasi mudik dengan motor."Lebih dari 70 persen yang wafat adalah pengguna kendaraan roda dua,” ujarnya dikutip KompasTV, Selasa .Angka ini muncul meski jumlah kecelakaan turun. Data tahun sebelumnya menunjukkan penurunan dari sekitar 3.000 kasus di akhir 2023 menjadi 2.700 kasus, tetapi angka fatalitas justru naik, dari sekitar 400 korban meninggal menjadi 485 jiwa.“Terjadi anomali. Jumlah kecelakaan turun, tapi tingkat keparahannya meningkat," kata BudiAdapun mayoritas kecelakaan fatal terjadi di jalan arteri atau jalan umum, bukan di jalan tol.“Lebih dari 95 persen insiden fatal terjadi di jalur non-tol,” tambahnya.Faktor klasik seperti kelelahan, perlengkapan keselamatan tidak standar, dan muatan berlebih masih menjadi penyebab utama.Untuk itu, ia menekankan pentingnya disiplin saat berkendara. Pemudik bermotor disarankan memastikan kondisi tubuh fit, memakai helm standar, serta tidak memaksakan perjalanan panjang tanpa istirahat.Sebelumnya Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan sepeda motor untuk perjalanan mudik selama Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/26.Baca juga: Arus Penyeberangan Merak Terkendali, Polri Terapkan Skema PengendalianDok. DAMRI Ilustrasi mudik Lebaran dengan DAMRI.Sebab ia menilai motor berisiko tinggi terutama untuk perjalanan jarak jauh dan kerap menjadi penyumbang kecelakaan selama periode libur besar.“Peralihan penggunaan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor, menjadi angkutan umum sangat baik untuk mengurangi potensi kecelakaan dan beban lalu lintas," katanya dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI dikutip Rabu ."Kami ingin masyarakat berkumpul dengan keluarga di kampung halaman tanpa harus mengambil risiko di perjalanan dengan menggunakan sepeda motor,” ujar Dudy lagi.


(prf/ega)