Misteri Guru PPPK di OKU Ditemukan Tewas Dalam Kamar Kos, Tangan dan Kaki Terikat

2026-01-11 10:51:59
Misteri Guru PPPK di OKU Ditemukan Tewas Dalam Kamar Kos, Tangan dan Kaki Terikat
OKU, - Seorang guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, bernama Sayidatul Fitriyah (27), ditemukan tewas dalam kamar kosnya.Sayidatul diketahui merupakan guru yang mengajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 46 OKU di Dusun Air Itam.Kapolsek Peninjauan, Iptu Dedi Iskandar, mengatakan, korban tinggal di tempat kosnya yang berada di Desa Suka Pindah, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, Kabupaten OKU.Sayidatul tercatat sebagai warga Desa Rajabasa Baru, Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur, Lampung.Baca juga: Serang Petugas, Pelaku Perusakan Pos Lantas Tewas Ditembak Polisi di OKUPenemuan bermula saat seorang tetangga korban bernama Resta (27) melihat sepeda motor Sayidatul terparkir di depan kos pada pukul 18.30 WIB, Rabu .Karena kondisi telah malam, Resta pun langsung menuju ke kamar kos korban agar sepeda motor tersebut dimasukkan."Karena ada kejanggalan, saksi kemudian memanggil warga lain untuk masuk ke kamar kosnya. Setelah datang, warga menemukan kondisi korban sudah tewas dengan tangan dan kaki terikat," kata Dedi, Kamis .Temuan itu kemudian langsung dilaporkan ke Polsek Peninjauan sehingga polisi melakukan olah TKP.Dari hasil temuan sementara, selain kaki terikat, mulut korban juga sempat disekap menggunakan kain warna coklat."Kondisi korban masih menggunakan pakaian kerja. Korban mengalami memar di kening, jeratan di kaki dan tangan serta leher," ujarnya.Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan lebih mendalam untuk mengungkap penyebab kematian korban.Baca juga: Terpukul Anaknya Ditembak Mati Polisi OKU, Ayah: Dia Gila, Salah Tangkap Saja, Jangan Ditembak!Beberapa barang bukti pun disita dari lokasi kejadian, seperti satu unit HP Samsung, tiga lembar jilbab warna krem, hijau, dan hitam."Saat ini, kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kejadian yang menyebabkan korban tewas," tuturnya.


(prf/ega)