JEMBER, – Bupati Jember Muhammad Fawait menyiapkan sejumlah langkah untuk mengentaskan warga miskin ekstrem di wilayahnya yang tinggal di tengah lahan BUMN.Pria yang akrab disapa Gus Fawait ini menyebut pemerintah kabupaten (pemkab) tidak akan berpangku tangan menghadapi kondisi itu.“Kami tidak berpangku tangan. Ke depan, kami akan pikirkan mereka,” kata Fawait saat ditemui Kompas.com, Senin .Salah satu langkah yang disiapkan adalah pelatihan keterampilan bagi warga miskin ekstrem agar mereka dapat menekuni usaha di sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.Baca juga: Warga Tinggal di Tengah Lahan BUMN Disebut Sejahtera, Bisa Beli Mobil dan Umrah“Kami akan melatih mereka juga untuk menjadi calon pekerja migran Indonesia,” kata Fawait.Pemerintah Kabupaten Jember juga memberikan perhatian lebih kepada warga miskin ekstrem, terutama mereka yang masih berada dalam usia produktif.Mereka diarahkan mengikuti program peningkatan keterampilan dan pemberdayaan, seperti pelatihan kerja dan dukungan usaha kecil, agar dapat mandiri secara ekonomi.“Bagi mereka yang sudah usia tak produktif, maka pemerintah harus hadir. Pemkab dengan segala daya upaya yang terbatas, kami akan terus memperhatikan mereka,” kata Fawait.Untuk kelompok lansia, bantuan difokuskan pada kebutuhan dasar, termasuk akses layanan kesehatan dan bantuan sosial agar mereka tidak terlantar.Adapun persoalan kemiskinan ekstrem di Jember disebut telah berdampak luas terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, terutama di bidang sosial dan kesehatan.Fawait menyoroti tingginya angka kematian ibu dan bayi hingga stunting di Jember yang bahkan disebut tertinggi di Jawa Timur.Sehingga situasi ini tidak bisa dibiarkan berlarut dan harus segera ditangani secara serius.Baca juga: Warga di Tengah Lahan BUMN Bisa Dapat Bantuan CSR, tapi Harus Ajukan Proposal Dulu"Enggak mungkin yang stunting itu anak-anak orang kaya. Rata-rata mereka adalah orang yang tidak mampu,” kata Fawait.Meski demikian, Fawait menegaskan tak akan ada saling lempar tanggung jawab dalam penanganan kemiskinan ekstrem, karena itu merupakan tanggung jawab bersama antar-level pemerintahan.“Kita enggak mau saling lempar-lempar. Siapapun yang merasa bagian dari pemerintah pasti merasa punya tanggung jawab,” ucapnya./RODERICK ADRIAN Buniman (kanan) bersama anak dan cucunya saat ditemui di rumahnya di Dusun Silosanen, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Jember, Jawa Timur, Jumat . Dusun Silosanen ada salah satu dusun yang masuk di sekitar area perkebunan milik BUMN, di dusun inilah terdapat warga miskin ekstrem yang menggantungkan hidupnya sebagai buruh borongan di perkebunan.Harapan pada reforma agrariaFawait juga mendorong peran pemerintah pusat melalui program reforma agraria untuk membantu warga miskin ekstrem.Selama ini bantuan sulit diberikan karena warga tidak memiliki lahan.“Kami sangat berharap program reformasi agraria betul-betul direalisasikan dan diberikan kepada masyarakat miskin ekstrem,” katanya.
(prf/ega)
Ini Solusi Gus Fawait Mengentaskan Warga Miskin Ekstrem di Tengah Lahan BUMN
2026-01-11 04:02:24
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:57
| 2026-01-11 03:15
| 2026-01-11 02:59
| 2026-01-11 02:23










































