161 Bencana Terjadi di Pasuruan Tahun 2025, Pemkab Tingkatkan Kesiapsiagaan

2026-01-11 04:02:54
161 Bencana Terjadi di Pasuruan Tahun 2025, Pemkab Tingkatkan Kesiapsiagaan
PASURUAN, - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, Jawa Timur meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, terutama jelang puncak musim hujan puncak yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terjadi pada pun Januari-Februari 2026.Kesiapsiagaan tersebut berangkat dari kejadian bencana di Tahun 2025 sebanyak 161 kejadian.Peningkatan kesiapsiagaan ini ditandai dengan Apel Kesiapsiagaan Bencana dan Gelar Peralatan yang dilaksanakan di Halaman Kompleks Perkantoran Kabupaten Pasuruan, Senin .Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus menjadi prioritas utama seluruh pihak.Baca juga: Wali Kota Pasuruan Bagikan Becak Listrik dari Presiden Prabowo: Jangan Sampai DijualDi Kabupaten Pasuruan, terdapat 10 jenis ancaman bencana. Di antaranya banjir bandang, tanah longsor, erupsi gunung api, kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, cuaca ekstrem, kekeringan, gelombang tinggi dan abrasi, serta kegagalan teknologi.“Apel Kesiapsiagaan Bencana dan Gelar Peralatan ini memiliki tujuan agar kita selalu siap siaga dalam menghadapi segala macam ancaman bencana,” tegas Rusdi Sutejo, Senin.Data dari BPBD Kabupaten Pasuruan mulai Januari hingga November 2025 menunjukkan kerentanan.Di Kabupaten Pasuruan telah terjadi total 161 kejadian bencana. Bencana didominasi oleh 112 kasus banjir genangan.Kemudian, terdapat 101 titik tanah longsor, dan 54 kejadian pohon tumbang, 12 desa kekurangan air bersih, dan 8 titik lokasi kebakaran hutan.Baca juga: Cuaca Ekstrem Landa Pasuruan, 6 Rumah Rusak dan 2 Pohon Besar TumbangSelanjutnya, berdasarkan data dari BMKG, prediksi puncak musim hujan di Kabupaten Pasuruan akan terjadi pada Januari-Februari 2026. Sifat hujan diperkirakan normal, dengan curah hujan berkisar antara 200 milimeter hingga 500 milimeter. Angka ini termasuk dalam kategori menengah hingga tinggi.“Informasi peringatan dini dan jumlah kejadian bencana ini adalah cerminan nyata kerentanan wilayah Kabupaten Pasuruan terhadap bencana hidrometeorologi. Untuk itu, kita perlu meningkatkan kewaspadaan akan datangnya bencana hidrometeorologi pada musim penghujan seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan cuaca ekstrem,” ujar Rusdi.Menghadapi situasi ini, BPBD Kabupaten Pasuruan bersama perangkat yang berwenang segera mengambil langkah mitigasi.Di antaranya melakukan rantingisasi pepohonan, monitoring kelayakan baliho, serta melakukan normalisasi dan pembersihan sungai, saluran irigasi, dan gorong-gorong untuk mencegah hambatan aliran air."Sedangkan untuk mendukung mitigasi dan penanganan bencana, di apel ini sudah kami siapkan juga peralatan kebencanaan serta cara penanganan terhadap korban banjir," kata Sugeng Hariyadi, Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan.Baca juga: Cuaca Ekstrem, BPBD Pasuruan Lakukan Asesmen Terhadap 13 Rumah Terdampak Angin Kencang


(prf/ega)