Hasil TKA SMA 2025 Jeblok, DPR: Harus Evaluasi Total!

2026-01-11 04:05:54
Hasil TKA SMA 2025 Jeblok, DPR: Harus Evaluasi Total!
- Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani menilai hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA sederajat 2025 harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap proses pembelajaran nasional.Menurut Lalu, evaluasi tersebut harus dilakukan secara objektif dan menyeluruh, baik dari sisi tenaga pendidik maupun peserta didik."Hasil TKA 2025 ini harus menjadi alarm sekaligus bahan evaluasi total bagi dunia pendidikan kita. Terutama terhadap tiga mata pelajaran yang diujikan, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika," kata Lalu dikutip dari laman resmi DPR, Rabu .Lalu menjelaskan, setelah ada evaluasi perlu ada perbaikan dari hasil temua-temuan yang menjadi faktor anjloknya kemampuan siswa di bidang literasi dan numerasi.Baik itu perbaikan dari sisi guru ataupun peserta didik perlu dilakukan perbaikan kualitasnya masing-masing."Jika kesalahan atau kelemahan ada pada guru, maka peningkatan kualitas guru harus benar-benar ditingkatkan. Sebaliknya, jika kekurangan ada pada siswa, maka peningkatan kualitas dan pendampingan terhadap siswa juga harus digalakkan," ujarnya.Lalu juga menegaskan, Komisi X DPR RI mendorong Kemendikdasmen untuk menggunakan hasil TKA sebagai dasar perumusan kebijakan pendidikan ke depan.Termasuk dalam peningkatan kualitas kurikulum, metode pembelajaran, serta sistem pelatihan guru."Intinya, hasil TKA ini jangan berhenti sebagai laporan, tetapi harus ditindaklanjuti dengan langkah konkret agar kualitas pendidikan nasional benar-benar meningkat di masa mendatang," pungkas Lalu.Baca juga: Kemendikdasmen Ungkap Penyebab Sekolah Belum Bisa Akses Nilai TKA 2025Sebelumnya diberitakan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengungkap nilai rerata siswa SMA sederajat di TKA 2025.Hasilnya, nilai rerata paling tinggi mata pelajaran wajib adalah Antropologi yakni sebesar 70,43 dan paling rendah adalah mata pelajaran Bahasa Inggris Wajib 24,93."Rerata tertinggi tercatat pada beberapa mata pelajaran pilihan antara lain misalnya kalau kita lihat dari mata pelajaran pilihan antropologi ini dengan rata-rata sekitar 70,4," kata Kepala Badan Standar Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, Toni Toharudin di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Senin .Selain Bahasa Inggris Wajib, mata pelajaran yang nilainya rendah dalam TKA adalah Matematika yakni 36,10. Adapun penilaian ini dilakukan dengan skala maksimum 100,00.Sementara, mata pelajaran pilihan dengan nilai rerata relatif rendah antara lain Bahasa Korea sebesar 28,55, kemudian Ekonomi 31,68."Sementara ini rata-rata dari mata pelajaran wajib Bahasa Inggris Wajib bapak-ibu sekalian kita lihat rata-ratanya 24,9. Kemudian Matematika Wajib rata-ratanya 36,1," ujarnya.Kendati demikian, Toni menegaskan, nilai-nilai tersebut tidak dimaknai sebagai peringkat atau penentu kelulusan, tetapi capaian untuk melihat kompetensi siswa.Kemudian, hasil tersebut bisa dijadikan evaluasi baik untuk siswa ataupun sekolah dan pemerintah daerah."Data ini saya kira akan menjadi bahan evaluasi kebijakan, kemudian penguatan pendampingan untuk seluruh satuan pendidikan, dan juga peningkatan kualitas pembelajaran ke depan," jelas Toni.Baca juga: Pengamat: Skor TKA Jeblok Ketebak, Jangan Sedot Duit Pendidikan buat MBG


(prf/ega)