Tema Natal “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga” dan Empati ke Banjir Sumatera

2026-01-11 03:55:04
Tema Natal “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga” dan Empati ke Banjir Sumatera
JAKARTA, - Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Gereja Katedral Jakarta dan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Susyana Suwadie mengungkapkan makna Natal 2025 yang bertemakan "Allah hadir menyelamatkan keluarga".Susyana mengatakan, tema Natal tahun ini dipilih mengingat musibah bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di tiga provinsi, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat."Pesan Natal bersama dari PGI KWI yang mengangkat tema 'Allah hadir menyelamatkan keluarga' ini penting menjadi pesan penting bagi kita semua, karena keluarga merupakan pusat dari segalanya," ujar Susyana saat ditemui di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Kamis .Baca juga: Makna Tema Natal 2024 Marilah Sekarang Kita Pergi ke BetlehemSusyana mengatakan, homili (semacam khotbah berdasar Alkitab) yang disampaikan Uskup Keuskupan Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo mengungkapkan keprihatinan atas bencana yang terjadi di Sumatera."Kardinal Ignasius Suharyo dan mengenai bencana juga beliau beberapa kali dalam pesan-pesan juga selalu mengungkapkan bagaimana keprihatinan beliau dan mengajak semua untuk bisa berpartisipasi membantu saudara-saudara kita yang memerlukan bantuan di area bencana," tuturnya.Baca juga: Tema Natal GPIB Immanuel Jakarta, Refleksi Positif bagi Korban BencanaSusyana mengatakan, Keuskupan Agung Jakarta mengadakan kolekte kedua atau uang persembahan yang dikumpulkan dari umat saat ibadah di gereja untuk korban banjir Sumatera."Kita semua harus pahami bahwa kita juga turut merasakan bela duka atas musibah ini sehingga bisa melakukan bantuan, memberikan bantuan paling tidak di kolekte kedua tersebut," kata dia./FIRDA JANATI Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Gereja Katedral Jakarta dan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Susyana Suwadie saat ditemui di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Kamis .Sebelumnya, Uskup Agung Jakarta Kardinal Suharyo mengutip pernyataan Paus Fransiskus ketika dalam khotbahnya ketika memimpin Misa Pontifikal.Mendiang Paus Fransiskus pernah menyoroti persoalan terkait ketidakadilan, pemujaan uang, dan korupsi yang dinilai merendahkan martabat manusia serta berakibat merusak masa depan."Korupsi membuat kita tidak mampu melihat masa depan dengan penuh harapan karena keserakahan yang zalim itu menghancurkan harapan-harapan kaum lemah dan menginjak-injak orang yang paling miskin di antara kaum miskin. Korupsi adalah skandal publik yang berat," ujar Kardinal.Ia menuturkan, Paus Fransiskus berpandangan, kekayaan yang diperoleh dengan cara-cara tidak bermoral tidak akan membawa kekuasaan yang langgeng."Lebih menumpuk kekayaan yang berlumuran darah tidak akan mampu membuat seorang pun tetap berkuasa dan tidak mati," ujar Kardinal.Baca juga: Kardinal Suharyo Sebut Uang dan Keserakahan Jadi “Berhala Baru” di Kehidupan ModernIa berharap, Perayaan Natal 2025 membuat jemaat terdorong untuk semakin rajin mencari jalan-jalan baru untuk berbuat baik.Menurut dia, semakin banyak ragam perbuatan baik semakin banyak pula tanda-tanda pengharapan yang dimaksudkan oleh Paus Fransiskus."Sekali lagi selamat merayakan Natal dan selamat menyambut tahun baru 2026 tahun baru yang kita harapkan penuh pengharapan. Tuhan memberkati," kata Kardinal Suharyo.Salurkan bantuan Anda untuk korban banjir Sumatera lewat tautan kanal donasi di bawah ini:https://kmp.im/BencanaSumatera


(prf/ega)