JAKARTA, - Kasus penumpang yang pusing, mual, bahkan meninggal dunia saat istirahat di dalam mobil kembali menjadi perhatian publik.Kejadian ini kerap dikaitkan dengan kebiasaan beristirahat di dalam kendaraan dengan mesin dan AC tetap menyala, terutama saat perjalanan jarak jauh atau musim liburan.Namun, benarkah AC mobil menjadi penyebab utama terjadinya keracunan di dalam kabin, atau justru ada faktor lain yang membuat kondisi tersebut menjadi berbahaya bagi keselamatan penumpang?Baca juga: Modifikasi Honda Freed, Tampil Retro Gaya AmerikaTraining Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, penggunaan AC mobil memang bisa berpotensi menyebabkan keracunan apabila digunakan dalam kondisi tertentu.Foto: The Conversation Tidur di mobil“AC mobil kan kandungannya Clore Flore Carbon (CFC) yang dalam jangka panjang bisa membuat ozon di dalam kabin menipis atau kerusakan sistem pada AC tersebut, atau kurangnya perawan rutin,” ucapnya kepada Kompas.com, Minggu .Menurut Sony, kondisi tersebut dapat menyebabkan keracunan tingkat rendah dengan gejala seperti pusing, mual, mata perih, dan keluhan lainnya.“Jika sampai menyebabkan kematian, biasanya ada kandungan karbon monoksida (CO) yang masuk ke dalam kabin dan terhirup manusia,” ujarnya.Ia juga menjelaskan, risiko ini biasanya terjadi pada mobil yang sudah berumur, atau kendaraan yang berhenti dan mesin menyala dalam waktu lama, misalnya lebih dari 10 menit, serta kondisi lainnya.Baca juga: Ada 3 Unjuk Rasa di Jakarta Pusat, Simak Rute Alternatif untuk PengendaraSementara itu, Muhammad Gunawan, pemilik bengkel spesialis AC Mobil Premium 99 di Depok, menjelaskan bahwa sumber masalah justru sering kali bukan berasal dari sistem AC itu sendiri.Astra Daihatsu doc. Ilustrasi AC mobil kurang dingin“Blower AC pada dasarnya bisa dibilang bukan permasalahannya, tapi yang harus kita cek adalah karet-karet pintu, atau bagian depan (perlidungan bagian mesin yang berhubungan dengan bodi) yang bisa menyebabkan ada udara luar yang masuk,” ujar Gunawan, kepada Kompas.com.“Jadi yang berbahaya, adanya bagian-bagian dari bodi mobil, entah dari karetnya, yang menyebabkan bisa masuknya emisi gas buang. Di mana hal itu bisa mempercepat prosesnya karena ada blower AC,” katanya.Gunawan juga mengatakan, bahaya bisa muncul saat ventilasi udara luar aktif tanpa disadari, terutama ketika penumpang tertidur di dalam mobil yang berhenti.“Yang berbahaya adalah di saat tanpa disadari, ventilasi udara luarnya diaktfikan, orangnya tidur, secara enggak sadar emisi gas buang masuk ke dalam karena motor blower,” kata Gunawan.
(prf/ega)
AC Mobil Bisa Menyebabkan Penumpang Keracunan? Ini Penjelasan Ahli
2026-01-12 04:14:35
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:50
| 2026-01-12 03:16
| 2026-01-12 02:18
| 2026-01-12 02:07










































