Bantuan dari Prabowo Tiba di Aceh Usai Berlayar Pakai KRI Sutedi Senoputra-378

2026-01-11 23:05:53
Bantuan dari Prabowo Tiba di Aceh Usai Berlayar Pakai KRI Sutedi Senoputra-378
JAKARTA, - TNI Angkatan Laut memastikan bahwa bantuan kemanusiaan dari Presiden Prabowo Subianto sudah tiba di tanah Aceh pada Selasa dini hari.Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul mengatakan bahwa bantuan Prabowo itu diangkut oleh Kapal Republik Indonesia (KRI) Sutedi Senoputra-378.“Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Komandan KRI SSA-378, Letkol Laut (P) Muhammad Soeryo pada pukul 04.30 WIB dini hari,” jelas Tunggul saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa .Baca juga: Hal-hal yang Dipastikan Prabowo Saat Tengok Korban Banjir Sumatera Bantuan dari Prabowo berupa 50 ton beras dan solar untuk mendukung operasional perahu masyarakat yang mengangkut bansos dari posisi lego KRI ke darat. Nantinya, bantuan itu akan disalurkan oleh Komando Daerah Angkatan Laut (Kodal) I kepada warga di Aceh Tamiang dan sekitarnya.Diberitakan sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera bertambah menjadi 604 orang.Penambahan jumlah korban jiwa tersebut diketahui berdasarkan data di situs Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB), Senin , yang ter-update pada pukul 17.00 WIB."Sumatera Utara 283 jiwa, Sumatera Barat 165 jiwa, dan Aceh 156 jiwa," tertulis data di situs Pusdatin BNPB, dikutip Senin.Adapun rinciannya, sebanyak 156 orang meninggal dunia, korban hilang 181 orang, dan korban luka 1.800 di Aceh.Kemudian, korban meninggal sebanyak 165 orang, korban hilang 114 orang, dan 112 orang terluka di Sumatera Barat.Sementara jumlah korban di Sumatera Utara mencapai 283 jiwa, 169 orang hilang, dan 613 orang terluka.Data Pusdatin BNPB juga mengungkapkan setidaknya sebanyak 3.500 rumah rusak berat, 4.100 rumah rusak sedang, dan 20.500 rumah rusak ringan.Data ini pun terus di-update secara berkala. “Jembatan rusak 271 unit hingga 282 fasilitas pendidikan rusak," jelas data tersebut.


(prf/ega)