Tips Menjaga Kondisi Mesin Mobil untuk Perjalanan Jauh Saat Libur Nataru

2026-01-12 22:36:51
Tips Menjaga Kondisi Mesin Mobil untuk Perjalanan Jauh Saat Libur Nataru
SOLO, - Setelah mobil dipersiapkan dengan perawatan, pengendara perlu memperhatikan kondisi mesin saat dalam perjalanan, agar tetap awet dan performa maksimal.Lantas, seperti apa cara menjaga kondisi mesin mobil selama perjalanan jauh liburan Nataru?Eko Setiawan, pemilik bengkel Everest Motors Bintaro, Tangerang Selatan mengatakan faktor penting yang perlu diperhatikan adalah suhu mesin.Baca juga: Hadapi Kemacetan Liburan Nataru: Ini Tips Berkendara dari Ahli“Jaga suhu mesin tetap stabil di area ideal atau tidak merah, seharusnya ini bisa bila sistem pendingin normal seperti kipas menyala, radiator sudah dibersihkan, tapi bisa saja di jalan suhu naik, ini tak boleh dipaksakan,” ucap Eko kepada , Selasa .Pengendara sebaiknya tidak memaksakan mesin mobil yang mengalami panas berlebih, terutama di jalan macet panjang dan tanjakan. Pasalnya, jika suhu naik mesin bisa rusak parah bila terus dipaksa.“Cara mengatasinya, matikan AC, buka kap mesin, jangan langsung matikan mesin dan buka tutup radiator, setelah suhu berangsur dingin baru periksa volume air radiator, isi bila perlu, dan apakah ada bocor atau tidak,” ucap Eko.Baca juga: Mobil Modern Butuh Oli Mesin Berkualitas Tinggi, Ini Alasannyakompas.com/nanda Impresi Berkendara Toyota Corolla Altis GR HEVSelain itu, dari segi cara berkendara, agar mesin tetap awet adalah dengan melakukan akselerasi halus, dan jaga putaran mesin ideal sekitar 3.000 Rpm atau tidak melewati area merah.“Melaju dengan kecepatan konstan lebih ramah mesin, dan gunakan gigi yang sesuai khusus untuk mobil manual, ini akan jauh lebih efisien dan terhindar dari kerusakan mesin,” ucap Eko.Pengemudi juga harus paham bahasa mesin, mulai dari putaran mesin normal atau pincang, muncul bunyi atau asap tidak normal, dan pastikan lampu indikator tidak menyala.“Bila kondisi tersebut muncul, segera lakukan tindakan, jangan mengabaikan, karena menunda artinya risiko kerusakan makin besar,” ucap Eko.


(prf/ega)