Kawasan Candi Borobudur Diprediksi Macet saat Libur Nataru, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya

2026-01-12 05:56:01
Kawasan Candi Borobudur Diprediksi Macet saat Libur Nataru, Simak Rekayasa Lalu Lintasnya
MAGELANG, - Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, diperkirakan akan tetap menjadi tujuan utama wisatawan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.Hal ini diprediksi akan mengakibatkan kepadatan kendaraan di jalur menuju situs bersejarah tersebut.Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang, Mashadi, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan antisipasi terhadap kemungkinan kemacetan lalu lintas di sepanjang Candi Mendut, pertigaan Karet, dan pertigaan Kujon, yang merupakan akses utama menuju Candi Borobudur.Baca juga: Libur Nataru, Bandara Ahmad Yani Siap Layani 159 Ribu Penumpang dan 2 Rute Baru"Troublemaker-nya di rangkaian (jalur) itu," ungkap Mashadi kepada Kompas.com, Senin .Mashadi menjelaskan bahwa kemacetan biasanya terjadi satu atau dua hari setelah Natal pada 25 Desember, dengan puncak kemacetan dimulai pada pagi hari ketika wisatawan mulai berdatangan ke Candi Borobudur.Berdasarkan pengalaman dari libur Nataru sebelumnya, antrean kendaraan sering kali mencapai kawasan Candi Mendut.Selain itu, waktu sore menjelang tutupnya operasional Candi Borobudur juga menjadi titik rawan kemacetan.Untuk mengatasi hal ini, Dinas Perhubungan telah menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas dari Kampung Seni Borobudur di Kujon, yang menjadi akses masuk ke Candi Borobudur.Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang, Suhud Joko Prayitno, menyampaikan bahwa setelah pengunjung keluar dari candi, sebagian kendaraan akan dialihkan menuju jembatan Sigug.Baca juga: Pertamina Cek Fuel Terminal Tegal Jelang Nataru, Stok BBM Tersedia 6.000 Kiloliter"Dari sana, bagi pengendara tujuan Yogyakarta, diarahkan menuju perempatan Masjid Kubah Emas. Untuk sepeda motor atau mobil bisa langsung belok kanan, sedangkan bus diminta belok kiri menuju Blondo agar tidak menimbulkan kemacetan di pertigaan Karet," jelas Suhud."Kalau memang padat, kami buat kendaraan memutar di lapangan drh. Soepardi untuk kendaraan kecil. Kalau bus lewat Blondo," tambahnya.Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang memprediksi bahwa puncak arus mudik akan terjadi pada 23-24 dan 30-31 Desember 2025, sementara puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 1-2 serta 5, 6, dan 7 Januari 2026.


(prf/ega)