Menperin: Indonesia Malu-malu Lindungi Industri Dalam Negeri

2026-01-12 05:32:49
Menperin: Indonesia Malu-malu Lindungi Industri Dalam Negeri
JAKARTA, - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menilai Indonesia “malu-malu” atau setengah hati melindungi industri dalam negeri dari gempuran produk impor.Agus mengatakan, negara-negara yang dikenal menganut ekonomi liberal saat ini justru memperketat keran impor guna melindungi industri dalam negeri.“Indonesia malu-malu terkesan malu-malu untuk melindungi industri dalam negerinya. Ini kan sangat disayangkan,” kata Agus saat membuka Business Matching Produk dalam Negeri di Gedung Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, Senin .Baca juga: Menperin: Kekuatan Mafia Impor Luar Biasa“Semua negara yang kita anggap paling liberal justru dia memproteksi, kita kok malu-malu memproteksi,” tambahnya.Menurut Agus, negara-negara lain saat ini juga berlomba-lomba memperketat pintu impor.Meksiko menjadi negara yang baru saja mengeluarkan kebijakan memperketat impor. “Kalau kita tidak bisa mitigasi dengan baik, tentu pasti akan ada dampaknya bagi industri dalam negeri,” ujar Agus.Politikus Partai Golkar itu mengaku merenungkan kemelut impor di Indonesia hingga menjelang tidur.Ia lalu menyimpulkan bahwa mafia impor memiliki kekuatan luar biasa. “Saya pikir kekuatan mafia impor itu luar biasa, itu yang menjadi tantangan bagi kita,” kata dia.Adapun Kemenperin berupaya melindungi industri dalam negeri melalui kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).Kebijakan itu bertujuan mendorong penggunaan produk dan jasa dalam negeri, terutama dalam kegiatan pengadaan barang/jasa pemerintah membeli produk lokal.Pengadaan barang dan jasa itu dinilai berkontribusi dalam keberlangsungan industri tanah air.Data Produsen Bersertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Tahun 2023-2024 yang dihimpun Kemenperin menunjukkan bahwa sektor industri yang produknya banyak terserap pengadaan barang dan jasa pemerintah tumbuh jauh lebih pesat.“Temuan ini menegaskan bahwa pengadaan pemerintah memberikan kepastian permintaan yang berperan penting dalam pengembangan kapasitas industri,” ungkap Agus.Sebagaimana diketahui, persoalan impor menjadi momok perekonomian tanah air.Maraknya impor barang-barang murah yang kemudian membanjiri pasar menyulitkan industri, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).Tidak hanya sulit berkembang, banyak industri manufaktur bahkan gulung tikar gara-gara barang impor.Belakangan, pemerintah mulai memperketat impor, di antaranya dilakukan dengan memperbaiki kinerja Direktorat Bea dan Cukai.Baca juga: Menperin Berharap Indonesia Bisa Pasok Kebutuhan Bus Arab Saudi


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-12 05:23