BANGKALAN, - Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, mengimbau agar masyarakat tidak menggelar perayaan yang meriah menyambut tahun baru 2026.Sebab, banyak masyarakat Indonesia yang sedang kesusahan akibat bencana banjir bandang dan longsor, terutama banjir di Aceh dan Sumatera.Sekretaris Daerah Kabupaten Bangkalan, Ismet Effendi mengatakan, saat ini Indonesia masih dalam kondisi berduka atas bencana yang terjadi di Pulau Sumatera. Apalagi, jumlah korban lebih dari seribu orang dan hingga kini terus bertambah.Tak hanya mengakibatkan seribu lebih warga tewas, bencana tersebut juga mengakibatkan rumah hancur, harta benda hilang dan perekonomian masyarakat di Sumatera lumpuh, terutama di wilayah Aceh.Baca juga: 4 Program Rehabilitasi Pascabencana Sumatera: Uang Santunan hingga Jaminan HidupBahkan, hingga kini masih banyak para penyintas bencana tersebut kesulitan mendapatkan makanan dan kebutuhan dasar lainnya. Kondisi itu diharapkan bisa menggugah empati seluruh masyarakat."Saat ini kita sedang prihatin dan berduka dengan banyaknya korban banjir di Sumatera," ujarnya, Kamis .Ia mengimbau agar masyarakat tidak membuat perayaan meriah sebagai bentuk empati pada korban bencana. Ia juga meminta agar masyarakat bisa melakukan doa bersama agar bencana tak lagi terjadi di Indonesia.Baca juga: Prabowo Bolak-balik Jakarta-Sumatera demi Pulihkan Kondisi Pascabencana"Kami imbau untuk tidak melakukan pesta meriah, diharapkan kita banyak berdoa semoga tidak ada bencana lagi di Indonesia, terutama di Bangkalan," imbuhnya.Ismet juga mengatakan, saat ini kondisi cuaca buruk masih kerap terjadi. Hujan lebat dan angin kencang juga berpotensi kembali terjadi di Bangkalan dan bisa mengakibatkan bencana banjir, longsor dan puting beliung."Kita harus waspada dengan potensi bencana yang bisa timbul akibat cuaca ekstrem itu. Karena itu sangat menyengsarakan masyarakat yang terdampak," jelasnya.Ia juga menyarankan agar momen pergantian tahun dilakukan dengan melakukan tasyakuran dan doa bersama di lingkungan terkecil, seperti di keluarga dan di RT/RW."Perayaan tahun baru mungkin cukup dengan tasyakuran dan doa bersama di kampung atau RT dan RW masing-masing," pungkasnya.
(prf/ega)
Pemkab Bangkalan Imbau Warga Tak Gelar Perayaan Tahun Baru di Tengah Bencana Sumatera
2026-01-12 13:56:30
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 13:20
| 2026-01-12 12:45
| 2026-01-12 12:41










































