JAKARTA, - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang bangkit pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Senin .Akhir pekan lalu IHSGditutup melemah tipis 0,02 persen ke level 8.370 akibat dominasi tekanan jual.Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan pergerakan IHSG yang masih berada dalam fase konsolidasi dinilai membuka ruang rebound terbatas.Dalam skenario terbaik, IHSG diperkirakan masih berada pada bagian wave (iii) dari wave [iii], sehingga peluang penguatan menuju area 8.487-8.539 dinilai cukup terbuka pada perdagangan hari ini.Baca juga: Sempat Melesat ke Level 8.417, IHSG Akhirnya Ditutup MerahStruktur teknikal tersebut menunjukkan bahwa pelemahan yang terjadi sebelumnya masih tergolong wajar dan menjadi bagian dari pola kenaikan yang lebih besar.Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati potensi koreksi lanjutan, khususnya pada rentang 8.279-8.332, yang menjadi area penting untuk menentukan kekuatan tren penguatan IHSG ke depan.“Best case (hitam), IHSG masih berada pada bagian dari wave (iii) dari wave [iii], sehingga IHSG masih berpeluang menguat ke rentang area 8.487-8.539. Cermati area 8.279-8.332 sebagai area koreksi berikutnya,” ujar Herditya dalam analisis hariannya.Adapun level teknikal IHSG saat ini berada pada support 8.332, 8.276 dan resistance 8.488, 8.532.Sebaliknya, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus alias Nico, memperkirakan IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 8.310-8.410, di tengah meningkatnya tekanan dari eksternal maupun melemahnya momentum pemulihan ekonomi global.“Berdasarkan analisis teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 8.310-8.410,” katanya.Sejumlah indikator ekonomi utama dari China hingga Amerika Serikat memicu kehati-hatian pelaku pasar, meski potensi rotasi dana asing ke pasar saham domestik turut membuka ruang stabilisasi bagi IHSG.Dari China, badai pelemahan ekonomi kembali menghantam. Data Retail Sales YoY turun dari 3 persen menjadi 2,9 persen, disusul Industrial Production YoY yang merosot dari 6,5 persen menjadi 4,9 persen.Pelemahan semakin nyata ketika Fixed Assets Ex Rural YTD YoY jatuh lebih dalam, dari -0,5 persen menjadi -1,7 persen, penurunan terdalam dalam 10 bulan pertama tahun ini.Indikator ini mencerminkan lemahnya investasi pada infrastruktur, pabrik, hingga properti non-pedesaan, sehingga memberi sinyal bahwa aktivitas ekonomi Tiongkok melambat lebih cepat dari perkiraan.Investasi sektor properti juga kembali tertekan, dengan Property Investment YTD YoY turun dari -13,9 persen menjadi -14,7 persen.
(prf/ega)
Proyeksi IHSG Hari Ini: Ada Peluang Rebound
2026-01-11 23:45:58
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:27
| 2026-01-11 23:13
| 2026-01-11 22:53
| 2026-01-11 22:43
| 2026-01-11 22:27










































