Stafsus Jelaskan Pernyataan Menteri Nusron soal Mafia Tanah Tetap Ada Sampai Kiamat

2026-01-11 03:43:53
Stafsus Jelaskan Pernyataan Menteri Nusron soal Mafia Tanah Tetap Ada Sampai Kiamat
Jakarta - Pernyataan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid yang menyebutkan bahwa orang berperilaku jahat dalam hal ini mafia tanah akan terus ada bahkan hingga dua hari jelang kiamat menuai reaksi publik.Menanggapi hal ini, Staf Khusus Menteri ATR/BPN Bidang Komunikasi Strategis dan Kerjasama Antarlembaga, Muda Saleh menyatakan bahwa yang disampaikan oleh Menteri Nusron sudah tepat. Karena menurutnya perilaku jahat tidak akan pernah mengenal waktu dan tempat"Jadi yang pertama menurut saya Menteri Nusron menjelaskan bahwa ini bagian dari perilaku kejahatan yang tidak mengenal waktu dan tempat, dalam hal ini adalah mafia tanah, tidak mengenal korbannya orang kaya atau sebaliknya, selama ada kesempatan dia akan terus merugikan banyak pihak," ungkapnya dalam keterangan diterima, Sabtu .AdvertisementMuda Saleh juga mengajak kepada masyarakat agar tidak menerima informasi dari pihak-pihak yang memotong pernyataan pejabat publik secara setengah-setengah."Nah, yang kedua ini kan sekarang banyak akun sosmed yang menginginkan engagement atau dilihat banyak orang dengan harapan menambah viewers atau followers, sehingga tidak mempertimbangkan dampaknya kepada masyarakat. Padahal jelas, apa yang disampaikan Menteri Nusron itu bahwa Kementerian ATR/BPN menyadari adanya sebuah kesalahan pada pegawainya di masa lampau, untuk itu Menteri Nusron menginginkan adanya penguatan secara mental dan integritas agar pegawai ATR/BPN tidak tergoda dengan mafia tanah. Ini konteksnya memperbaiki sistem dari dalam agar mafia tanah tidak bisa berbuat apa-apa," tambahnya.Selain itu, Muda Saleh juga menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinan Nusron memperlihatkan keberpihakan pada masyarakat kecil."Menteri Nusron berkali-kali menyebutkan bahwa ia tidak juga ingin hasil kinerjanya dipublish agar seolah-olah kinerjanya luar biasa, beliau sangat keras kok dalam menyelesaikan masalah pertanahan.""Makanya sekarang beliau fokus dengan mengajak sinergi para kepala daerah di berbagai provinsi dengan melakukan rapat koordinasi untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan pertanahan, terutama di sektor Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) agar tujuan salah satunya tidak merugikan masyarakat menengah ke bawah," jelas mantan jurnalis ini.Selain itu, banyak rumah ibadah saat ini mendapatkan status hukum kepemilikan sertifikat tanah."Kan masyarakat mungkin belum banyak yang tahu, bahwa Nusron juga menekankan kepada jajarannya agar mempercepat sertifikat rumah ibadah, makanya di sektor tanah wakaf menjadi salah satu prioritas beliau di berbagai provinsi," tutupnya.  


(prf/ega)