Kisah Dokter yang Tak Pulang Saat Nataru: Kawal 3 IGD, Kejar Operasi Pakai Minibus Lawas

2026-01-11 04:10:45
Kisah Dokter yang Tak Pulang Saat Nataru: Kawal 3 IGD, Kejar Operasi Pakai Minibus Lawas
BANGKA, - Waktu beranjak sore. Saat itu sebagian pegawai di lingkungan RSUD Soekarno Bangka Belitung mulai bersiap pulang.Namun, Armayani Rusli (56) masih tetap siaga. Sebagai dokter spesialis bedah, jam kerja bukan sekadar pagi atau petang.Dia harus siap setiap saat. Apalagi, pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini, ia menjadi salah satu dokter yang siaga menerima panggilan tugas.Armayani tidak pulang ke rumah, tetapi memilih tinggal di mes yang berada di kompleks RSUD Soekarno."Hari-hari siaga nataru ini memang lebih banyak tinggal di mes. Sebagai dokter bedah, saya umumnya menangani pasien instalasi gawat darurat (IGD)," kata Armayani saat berbincang dengan Kompas.com, Jumat .Baca juga: Kisah Dokter Yose, Ubah Warung Kopi di Aceh Tamiang Jadi Klinik DaruratSelain bekerja di RSUD Soekarno yang berlokasi di Jalan Lintas Timur Bangka, Armayani juga mengisi praktik di RS Arsani dan RS Batin Tikal.Guna mengejar jadwal operasi antar-rumah sakit yang terpaut hampir 20 kilometer, Armayani menggunakan mobil minibus lawas keluaran tahun 2000-an.Mobil yang nyaris ringkih tersebut setia menemani Armayani dalam menunaikan tugas mulia, walaupun harus menembus hujan badai."Ada empat operasi hari ini, salah satunya tumor perut," kata Armayani.Baca juga: Kisah Dokter Bedah di Jerman Tak Sengaja Pindahkan Tumor Pasien ke Tangannya, Kok Bisa?Dok. Pribadi Armayani. Dokter Armayani Rusli.Armayani mengungkapkan, profesi dokter merupakan panggilan tugas yang harus siap pada siang maupun malam hari, terutama saat momen Natal dan Tahun Baru.Seperti Natal kali ini. Ia mengatakan, banyak dokter ikut merayakan hari raya.Sehingga dokter yang lain harus bersiap menggantikan, sebagai wujud toleransi dan ikut merasakan kebahagiaan saat rekan seprofesi beribadah bersama keluarga mereka."Terkadang yang namanya dokter harus siap dipanggil juga walaupun hari raya, tapi selagi bisa ditangani, kita usahakan supaya rekan yang sedang berhari raya bisa lebih tenang," ujar Armayani.Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Andalas ini melihat perayaan Natal di Bangka Belitung relatif kondusif, nyaris tidak ada peristiwa menonjol sehingga pasien yang ditangani umumnya merupakan pasien yang bersifat penanganan rutin.Namun pada momen pergantian tahun, bisa saja muncul insiden seperti kebakaran atau kecelakaan lalu lintas.


(prf/ega)