Kronologi Alex Minta Warga Antar Kantong Hitam Berisi Jasad Alvaro, Beri Upah Rp 150.000

2026-01-12 06:41:54
Kronologi Alex Minta Warga Antar Kantong Hitam Berisi Jasad Alvaro, Beri Upah Rp 150.000
TANGERANG, – Ayah tiri Alvaro, Alex Iskandar (49), sempat meminta bantuan seorang tukang untuk mengantarkan sebuah kantong hitam ke rumah adiknya di Tenjo, Kabupaten Bogor, tiga hari setelah bocah enam tahun itu tewas.Ketua RT 01 RW 08 Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Kastiah (59), menyebutkan, tukang yang diminta bantuan oleh Alex biasa dipanggil “Pakde”."Dia (Pakde) disuruh Alex nganterin kantong hitam itu ke rumah adiknya di Tenjo. Naik motor, terus Alex ikut di belakang pakai mobil,” ujar Kastiah saat ditemui Kompas.com di Perumahan Periuk Damai, Rabu .Baca juga: Sikap Tenang Alex Saat Alvaro Hilang Buat Tetangga dan Keluarga HeranPakde diketahui pernah bekerja dengan ayah Alex. Setelah ayah Alex meninggal, jasanya tetap dimanfaatkan oleh Alex untuk membersihkan rumah.Menurut Kastiah, Pakde mengaku tidak mengetahui isi kantong yang dibawanya. Saat menanyakan kepada Alex, pria itu hanya menjawab bahwa kantong tersebut berisi bangkai anjing.“Si Pakde tanya ‘ini apa?’ Dijawab sama Alex, ‘bangkai anjing’. Dia enggak tahu isinya apa, cuma disuruh nganterin saja,” kata Kastiah.Kastiah menambahkan, kondisi kantong tampak rapi dan tidak berbau saat dikirim ke Tenjo. Pakde juga menerima upah sebesar Rp 150.000 setelah menyelesaikan pengantaran. Pengantaran terjadi pada malam 9 Maret 2025, tepat tiga hari setelah Alvaro tewas.“Dia dikasih uang Rp 150.000 sama Alex setelah nganterin. Karena bulan puasa juga kan, mungkin nunggu situasi sepi,” jelas Kastiah.Keterangan Pakde ini telah disampaikan kepada tim penyidik saat pemeriksaan di lingkungan setempat. Penyidik bahkan menanyakan kepada Kastiah apakah Alex memiliki anjing, karena alasan yang diberikan dinilai janggal.Baca juga: Tulang Diduga Rahang Bawah Alvaro Ditemukan di Jembatan Cilalay Bogor“Penyidik sempat nanya ke saya, ‘Bu, Alex punya anjing enggak?’ Saya bilang enggak ada, memang enggak pernah punya,” kata Kastiah.Sebelumnya, Alvaro tewas dibekap oleh ayah tirinya pada 6 Maret 2025. Setelah itu, Alex membungkus jenazah bocah itu dengan tas plastik hitam, menyimpannya sementara di garasi rumah, lalu membuangnya di Kali Cilalay, Tenjo, Kabupaten Bogor.Jenazah Alvaro kemudian ditemukan di kawasan Tenjo, dan polisi menetapkan Alex Iskandar sebagai tersangka pembunuhan.


(prf/ega)