KUALA LUMPUR, – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyerukan Thailand dan Kamboja untuk menahan diri secara maksimal, menyusul laporan bentrokan bersenjata yang kembali terjadi di sepanjang perbatasan kedua negara.Melalui sebuah unggahan di Facebook, Anwar menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik serta menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang tewas maupun terluka.Dalam pernyataannya pada Senin , Anwar menegaskan pentingnya menjaga jalur komunikasi terbuka serta memanfaatkan sepenuhnya mekanisme yang selama ini disepakati kedua negara untuk mencegah konflik semakin meluas.Baca juga: Jet Tempur F-16 Thailand Hantam Kasino di Kamboja, 4 Orang Diduga Tewas“Pertempuran yang kembali pecah berisiko menggagalkan kerja keras yang telah dilakukan untuk menstabilkan hubungan kedua negara bertetangga itu,” ujarnya.Anwar menambahkan bahwa Malaysia siap mendukung langkah apa pun yang dapat membantu memulihkan ketenangan dan mencegah insiden lebih jauh.Ia menekankan bahwa Thailand dan Kamboja merupakan mitra dekat Malaysia serta anggota kunci ASEAN.Ia mengingatkan bahwa kawasan tidak mampu menghadapi kondisi di mana perselisihan jangka panjang kembali masuk ke dalam siklus konfrontasi.“Prioritas langsung adalah menghentikan pertempuran, melindungi warga sipil, dan kembali ke jalur diplomasi yang didukung hukum internasional serta semangat bertetangga yang menjadi landasan ASEAN,” kata Anwar.FACEBOOK/CHATCHAK RATSAMIKAEO via AFP Tangkapan layar dari video amatir warga yang diunggah ke Facebook, menunjukkan asap mengepul dari atap toko sebelah pom bensin di Provinsi Sisaket, Thailand, setelah terkena tembakan roket Kamboja, ketika pertempuran Thailand-Kamboja berkecamuk pada Kamis, 24 Juli 2025. Update Situasi Terkini Perang Thailand dan KambojaMedia internasional melaporkan bahwa Thailand meluncurkan serangan udara di sepanjang perbatasannya dengan Kamboja.Bentrokan terbaru dilaporkan terjadi di dua area di provinsi Ubon Ratchathani dan menyebabkan sedikitnya satu tentara Thailand tewas serta empat lainnya luka-luka.Sementara itu, Kementerian Pertahanan Kamboja menuding pasukan Thailand melakukan serangan saat fajar di dua lokasi setelah “berhari-hari aksi provokatif”, dan menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan serangan balasan.Baca juga: Thailand Serang Kamboja, Perbatasan Kedua Negara Kembali MemanasMenteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan menegaskan bahwa Malaysia memandang perdamaian, stabilitas, dan keamanan kawasan sebagai prioritas tertinggi, sehingga terus memantau kondisi di lapangan.“Malaysia menyikapi insiden terbaru di perbatasan Thailand–Kamboja dengan serius dan menyerukan semua pihak untuk segera mengambil langkah meredakan ketegangan serta menghindari tindakan yang dapat mengancam upaya perdamaian yang telah dicapai sebelumnya,” ujarnya dalam pernyataan resmi.Mohamad kembali menegaskan pengakuan Malaysia terhadap komitmen kedua negara melalui sejumlah perjanjian, yakni Cambodia-Thailand Ceasefire Agreement yang ditandatangani pada 25 Juli, Cambodia-Thailand General Border Committee (GBC) Meeting pada 7 Agustus, serta Kuala Lumpur Peace Accord pada 26 Oktober 2025.Ia menekankan pentingnya mematuhi Paragraf 7 dari Perjanjian Gencatan Senjata 28 Juli, yang berbunyi, “Jika terjadi konflik bersenjata, baik disengaja maupun tidak disengaja, kedua belah pihak harus segera berkonsultasi di tingkat lokal melalui mekanisme bilateral yang ada untuk mencegah situasi meningkat di sepanjang perbatasan.”Mohamad menutup pernyataannya dengan menyerukan agar dialog berkelanjutan dan diplomasi konstruktif terus dikedepankan.“Malaysia yakin bahwa melalui keterlibatan yang berkesinambungan dan kepatuhan pada kerangka yang telah disepakati, perdamaian dan stabilitas dapat dijaga demi manfaat bersama kawasan,” tegasnya.Baca juga: Kamboja Balas Serangan Udara Thailand, Tembakkan Roket BM-21
(prf/ega)
Thailand-Kamboja Bentrok Lagi, Anwar Ibrahim Desak 2 Negara Menahan Diri
2026-01-11 03:51:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 04:19
| 2026-01-11 03:22
| 2026-01-11 03:17
| 2026-01-11 02:46
| 2026-01-11 02:02










































