Kisah di Balik Masjid Pancasila, Saat PNS "Dipaksa" Sedekah oleh Soeharto

2026-01-12 03:31:02
Kisah di Balik Masjid Pancasila, Saat PNS
- Pernah mendengar Masjid Pancasila? Masjid ini tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan mudah dikenali. Hampir semua bangunan Masjid Pancasila memiliki ciri khas dan arsitektur yang sama.Ciri utama Masjid Pancasila adalah atapnya berbentuk segitiga bersusun tiga tingkat, yang juga disebut dengan atap tumpang atau tajug.Ciri lainnya termasuk penggunaan tiang-tiang di tengah aula dengan gaya arsitektur joglo, tetapi tanpa kolom bebas untuk ruang yang lebih lapang.Masjid Pancasila merupakan bagian dari proyek pembangunan banyak masjid yang dibangun pada masa pemerintahan Presiden Soeharto pada periode tahun 1980-an sampai dengan tahun 1990-an.Banyak Masjid Pancasila yang tersebar di Indonesia diresmikan langsung oleh Soeharto. Ini karena penyelesaian pembangunan masjid ini memang disesuaikan dengan agenda kunjungan Soeharto ke daerah-daerah.Baca juga: Rekam Jejak Bisnis Kayu Bob Hasan, Raja Hutan di Era Orde BaruSebagai informasi saja, pendirian Masjid Pancasila di era Orde Baru dikoordinasi dan dilakukan oleh Yayasan Amalbakti Muslim Pancasila (YAMP), sebuah yayasan yang didirikan Soeharto pada tahun 1982.Dikutip dari situs resmi YAMP, ide untuk membangun banyak Masjid Pancasila tercetus saat Soeharto melakukan incognito (blusukan) ke daerah Klaten, Jawa Tengah, pada tahun 1970.Saat melakukan perjalanan tak resmi, ia melihat banyak warga Klaten yang bergotong royong membangun masjid baru. Soeharto lalu memutuskan turun dari mobilnya untuk menemui warga yang tengah bahu membahu mengangkut batu bata, kayu-kayu, dan bahan bangunan lainnya.Para warga yang ditemui Soeharto lalu berkeluh kesah perihal sulitnya mengumpulkan dana untuk pembangunan masjid.Ia kemudian memerintahkan Gubernur Jawa Tengah Moenadi untuk memberikan bantuan agar pembangunan masjid dapat segera diselesaikan.Masjid yang berlokasi di Jalan Pemuda ini berhasil diselesaikan dan diresmikan pada tahun 1971. Sampai kini masih tegak berdiri dan dikenal dengan nama Masjid Raya Klaten.Baca juga: Judi Porkas, Undian Lotre yang Dilegalkan pada Masa SoehartoBlusukannya ke Klaten inilah yang kemudian menginisiasi Soeharto mendirikan YAMP pada 1982. Yayasan ini didirikan dengan tujuan mengumpulkan sedekah. Dalam tujuan pendiriannya, YAMP tak secara eksplisit didirikan untuk membangun masjid.Namun kemudian dalam akta yayasan, disebutkan bahwa yayasan ini ditujukan untuk mendanai bidang pendidikan, pemberian beasiswa, dakwah, penerbitan, penelitian dan pengembangan rumah ibadah, rumah sakit, panti-panti sosial, dan usaha produktif lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan umat.Muhammad Idris/Money.kompas.com Ciri khas pintu Masjid Pancasila yang dibangun di era Soeharto.Sembilan bulan setelah pendirian YAMP, Soeharto sebagai ketua mengirim surat nomor 12/YAMP/XI/1982 kepada Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), sebuah organisasi yang menghimpun PNS seluruh Indonesia.Masih mengutip situs YAMP, dalam surat tersebut Soeharto menyampaikan, “...Berdasarkan atas keyakinan bahwa tujuan dan usaha yayasan seperti kami uraikan diatas sejalan dengan tujuan organisasi KORPRI, maka dengan ini kami menghimbau kepada anggota KORPRI, melalui saudara ketua, untuk kesediaannya menjadi penyumbang yayasan, secara sukarela dan sesuai dengan kemampuan....”.


(prf/ega)