SEMARANG, - Petani di pedesaan memiliki kecenderungan bertani dengan model monokultur karena petani menyesuaikan tanaman dengan permintaan pasar yang spesifik dan menguntungkan.Hal tersebut mengakibatkan beberapa spesies tanaman jadi tidak diminati pasar sehingga jarang dibudidayakan, salah satunya Cabai Jawa.Tanaman yang bernama ilmiah Piper retrofractum Vahl, dari famili Piperaceae (suku sirih-sirihan) tersebut, endemik Asia Tenggara termasuk Indonesia (terutama Jawa, Sumatra, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan).Ia tumbuh liar dan dibudidayakan sejak lama di wilayah ini sebagai rempah tradisional.Melihat kurangnya produksi pertanian Cabai Jawa, Pemuda Tani Kabupaten Semarang menyelenggarakan Pelatihan Pembibitan Cabai Jawa pada Jumat di Desa Tukang, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang.Baca juga: Sensasi Pedas Jaman Majapahit: Memanfaatkan Kembali Cabai JawaSalah satu penyuluh pelatihan, Purwanto, menjelaskan bahwa langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas petani muda dan memperkuat kemandirian produksi rempah di wilayah Kabupaten Semarang.“Cabai Jawa mudah tumbuh, dan mengembalikan komoditas rempah-rempah nusantara. Dia panen sepanjang tahun, tidak harus dijual segar. Bisa dijual kering, sehingga orang bisa panen secara bertahap,” jelasnya.Ia menambahkan, Cabai Jawa memiliki sejarah panjang sebagai rempah pemedas asli Nusantara yang digunakan jauh sebelum cabai merah dan rawit dari Amerika masuk ke Indonesia.“Tanaman ini termasuk tumbuhan asli Indonesia yang sejak lama tumbuh liar dan dibudidayakan di Pulau Jawa dan sekitarnya, dengan berbagai nama lokal seperti cabai jamu. Tanaman ini menjadi bagian penting tradisi kuliner dan pengobatan lokal, sehingga melekat dalam budaya rempah masyarakat Jawa, Madura, dan beberapa wilayah lain,” jelasnya.Purwanto menambahkan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari upaya kolektif dalam membangun pertanian yang lebih produktif, berkelanjutan, dan berbasis komunitas.“Cabai Jawa dipilih sebagai fokus pelatihan karena memiliki nilai ekonomi tinggi serta potensi besar untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan daerah,” tambahnya.Baca juga: Berawal Iseng, Warga Kampung Wonosari Lampung Tengah Jadi Eksportir Cabai Jawa/Fatah Akrom Para Petani bersua foto dengan bibit Cabai Jawa dalam Pelatihan Penanaman Cabai Jawa yang diinisiasi Pemuda dan Warga Desa Tukang, Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang. Pada Jumat (Fatah Akrom/)Angga, salah satu peserta dan pegiat pemuda di sektor pertanian, menjelaskan minatnya di budidaya Cabai Jawa yang merupakan ilmu baru baginya.“Saya mendapatkan hal baru dalam pelatihan ini. Selain itu, di sini juga kami bertemu sebagai ruang konsolidasi bagi petani muda untuk memperkuat jejaring, saling bertukar pengalaman, dan merumuskan gerakan bersama dalam pengembangan komoditas pertanian strategis,” jelasnya.Dalam pelatihan kali ini, petani muda dan warga mendapatkan beberapa pelatihan seperti teknik pemilihan benih cabai Jawa berkualitas, metode penyemaian yang efektif, pengelolaan media tanam organik, perawatan bibit pada fase awal pertumbuhan, dan strategi menjaga ketahanan bibit terhadap cuaca dan hama.Angga juga menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu investasi baru dalam sektor pertanian.“Investasi masa depan—di mana setiap bibit yang ditanam hari ini adalah harapan bagi kemandirian pangan dan kebangkitan pertanian lokal,” ujarnya.Baca juga: 12 Obat Asam Urat Alami yang Direkomendasikan Ahli, dari Kunyit hingga Cabai JawaDia juga menjelaskan meski tanaman Cabai Jawa tidak umum dalam komoditas pertanian hari ini, namun permintaan pasar internasional cukup tinggi.“Meski belum banyak contoh keberhasilan tanaman ini sebagai komoditas prioritas, namun komoditas mengalami permintaan tinggi terutama harga keringnya dengan harga yang relatif tinggi dan citranya sebagai rempah ‘warisan’ dari masa kerajaan dan jalur rempah Nusantara,” ujarnya.Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, seluruh peserta berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi petani muda yang siap menggerakkan perubahan di sektor pertanian Kabupaten Semarang.
(prf/ega)
Cabai Jawa, Rempah Asli Nusantara yang Kini Didorong Kembali oleh Petani Muda Semarang
2026-01-12 07:46:57
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:51
| 2026-01-12 07:26
| 2026-01-12 06:53
| 2026-01-12 06:37
| 2026-01-12 06:00










































