- Bantuan Presiden untuk korban bencana alam di Aceh dan Sumatera dilepas Menteri Koordinator (Menko) Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), didampingi Menteri Transmigrasi (Mentrans) M Iftitah Sulaiman Suryanagara di Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara, Senin . Bantuan terdiri dari 40 ton beras dari Kementerian Transmigrasi (Kementrans) dan 10 ton beras dari Kementerian Sosial (Kemensos).Seluruh bantuan akan diangkut menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Sutedi Senaputra 378 dan didistribusikan ke Lhokseumawe dan Idi Rayeuk."Saya selaku Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan tentu punya tugas utama untuk menggerakkan dan mendorong kementerian-kementerian di bawah koordinasi kami," kata AHY dalam siaran persnya, Senin. "Nah, di sana juga ada kawasan transmigrasi yang terdampak. Itulah mengapa Pak Mentrans hadir secara langsung dan menyerahkan bantuan," sambung Menko AHY. Baca juga: AHY Ungkap Tantangan Distribusi Bantuan ke Lokasi Bencana di SumateraDidampingi Wakil Komandan Kodaeral I Ali Bahar Saragih dan Menko AHY, Mentrans meninjau kesiapan distribusi bantuan di Pelabuhan Belawan, Medan. Sehari sebelumnya, AHY dan Mentrans juga melepas Bantuan Presiden sebanyak 1 ton yang didistribusikan menggunakan helikopter TNI Caracal ke kawasan transmigrasi Samar Kilang, Kabupaten Bener Meriah. Bantuan ini diterima dengan penuh kelegaan oleh masyarakat yang telah berhari-hari terisolasi."Terima kasih Bapak Presiden Prabowo atas bantuannya. Ini pertama kalinya kami menerima bantuan," kata salah satu warga. Sejauh ini, tercatat ada tujuh kawasan transmigrasi di Aceh dan satu di Sumatera Barat terdampak bencana alam hidrometeorologi. Baca juga: AHY Sebut Siklon Tropis Penyebab Banjir-Longsor Terakhir Terjadi 25 Tahun LaluBelum ada laporan korban jiwa atau luka di kalangan warga transmigrasi, tetapi lebih dari 100 kepala keluarga (KK) mengungsi akibat rumah terendam atau hanyut.Pada kesempatan tersebut, AHY melepas keberangkatan KRI Sutedi Senaputra 378 yang membawa 50 ton bantuan Presiden untuk menjangkau masyarakat terisolasi di Lhokseumawe dan Idi Rayeuk. Bantuan tersebut meliputi beras, mi instan, dan obat-obatan."Mudah-mudahan dalam waktu sekitar 17-18 jam, kapal bisa sampai ke Lhokseumawe," ungkapnya. Setelah itu, perjalanan ke Idi Rayeuk ditempuh selama lima jam.Baca juga: AHY Kerahkan Alat Berat untuk Evakuasi Korban dan Salurkan Bantuan Logistik di SumateraAHY menyampaikan duka atas korban jiwa dan kerusakan material di sejumlah kabupaten/kota.Ia menegaskan, atas arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah pusat menggerakkan seluruh sektor untuk mempercepat penanganan bencana."Beliau memastikan kunjungan ini tidak berhenti di Sumatera Utara, melainkan juga akan ke wilayah terdampak lainnya," jelas AHY.Setelah masa tanggap darurat, pemerintah akan memetakan kerusakan infrastruktur untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi."Sekali lagi, tugas kami adalah memetakan infrastruktur yang rusak. Setelah tanggap darurat, insyaallah bisa dilalui dengan baik. Tugas penting berikutnya adalah bagaimana membangun kembali," kata AHY.Baca juga: Prabowo ke Korban Banjir di Sumbar: Rumah Rusak Akan Kita BantuKetua Umum Partai Demokrat itu menegaskan, pemerintah berkomitmen bergerak cepat, terpadu, dan hadir langsung bagi masyarakat terdampak bencana.Dukungan logistik, layanan kesehatan, pendampingan psikososial, serta perbaikan infrastruktur akan terus dilakukan hingga kondisi pulih.
(prf/ega)
Presiden Salurkan Bantuan Korban Bencana Alam melalui Kementrans, Dilepas oleh Menko AHY
2026-01-12 05:33:50
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:21
| 2026-01-12 04:10
| 2026-01-12 03:49










































