Warga Batam Dihebohkan Dua Jet Tempur F-16, Lanud Hang Nadim: Fly Pass Solidaritas untuk Sumatera

2026-02-08 15:27:05
Warga Batam Dihebohkan Dua Jet Tempur F-16, Lanud Hang Nadim: Fly Pass Solidaritas untuk Sumatera
BATAM, - Dua unit jet tempur jenis F-16 menghebohkan masyarakat Kota Batam, Kepulauan Riau, setelah melakukan manuver terbang rendah di kawasan Batam Center, Selasa pagi.Suara raungan mesin dari kedua jet ini sempat mengkhawatirkan warga Batam, terutama di kawasan Batam Center.Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kepala Penerangan (Kapen) Lanud Hang Nadim Batam, Letda Sus Sefri Nurdiansya, menjelaskan bahwa kedua jet F-16 tersebut merupakan milik TNI Angkatan Udara yang tengah melakukan Fly Pass dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Batam (HJB) ke-196."Sejak pagi tadi, dua jet tempur F-16 kami hanya melakukan Fly Pass sebagai bagian dari Batam Solidarity AirShow 2025 dalam rangka Hari Jadi Batam," ucapnya melalui sambungan telepon, Selasa .Baca juga: Gadis Lampung Tewas Disiksa 3 Hari, Polisi Bongkar Ritual Maut Agensi LC di BatamSefri menjelaskan bahwa Batam Solidarity Airshow 2025 merupakan kegiatan kedirgantaraan yang mengedepankan nilai solidaritas dan kepedulian kemanusiaan sebagai respons atas musibah bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera.Kegiatan ini juga menegaskan komitmen TNI AU bersama Pemerintah Kota Batam dalam mendukung respons nasional yang cepat, empatik, dan bermartabat.Menurut Sefri, melalui kegiatan tersebut, pihaknya ingin menunjukkan peran strategis TNI AU yang tidak hanya menjaga kedaulatan udara nasional, tetapi juga hadir membantu rakyat dalam misi kemanusiaan.Selain itu, airshow ini diharapkan dapat memperkuat citra Batam sebagai hub-udara strategis sekaligus menyampaikan pesan persatuan bangsa."Batam Solidarity Airshow 2025 dalam rangka Hari Jadi Batam ke-196 adalah bentuk kepedulian Pemerintah Kota Batam, TNI AU, melalui Lanud Hang Nadim, serta seluruh masyarakat Batam untuk Sumatera," katanya.Baca juga: Sea Eagle Boat Race Kembali Digelar di Batam Setelah Vakum 12 TahunSelain Fly Pass pesawat tempur F-16, rangkaian kegiatan Batam Solidarity Airshow 2025 juga akan dimeriahkan dengan penampilan paramotor yang dapat disaksikan langsung oleh masyarakat.Sementara itu, Pemerintah Kota Batam bersama Lanud Hang Nadim Batam memastikan Batam Solidarity Airshow 2025 akan digelar selama dua hari, yakni pada 18-19 Desember 2025.Kegiatan ini dapat disaksikan masyarakat di Dataran Engku Putri, Batam Center, serta Nuvasa Bay (Tiger Beach), Nongsa, mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB.Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengajak seluruh masyarakat Batam untuk hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai wujud solidaritas dan penguatan rasa kebersamaan."Batam Solidarity Airshow 2025 akan menjadi simbol kepedulian dan solidaritas masyarakat Batam. Melalui kegiatan ini, kami mengajak warga untuk bersama-sama merasakan semangat kebersamaan dan empati terhadap saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana alam di Sumatera," ujar Rudi.Batam Solidarity Airshow 2025 juga menjadi ajang penggalangan donasi bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Donasi dapat disalurkan melalui QRIS atas nama "Batam Peduli Bencana" maupun secara tunai.Panitia juga menyiapkan kotak donasi di lokasi kegiatan.Penerimaan donasi dibuka hingga 31 Desember 2025 dan tersedia di dua lokasi, yakni Dataran Engku Putri dan Tiger Beach Nongsa."Pada saat acara nanti akan dilakukan pengumpulan dana dan semuanya akan disatukan untuk membantu masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," tuturnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-08 15:07