- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal akibat banjir dan tanah longsor di Sumatera terus bertambah, mencapai 604 orang. Data ini diperoleh dari Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB) per Senin pukul 17.00 WIB.Menurut data Pusdatin BNPB, rincian korban di tiga provinsi terdampak adalah sebagai berikut: Sumatera Utara 283 jiwa, Sumatera Barat 165 jiwa, dan Aceh 156 jiwa.Baca juga: Bantu Korban Bencana, BGN Alihfungsikan 286 SPPG di Sumut, Sumbar, dan Aceh Di Aceh, tercatat 156 orang meninggal, 181 hilang, dan 1.800 luka-luka. Sementara di Sumatera Barat, korban meninggal 165 orang, 114 hilang, dan 112 luka-luka.Sedangkan di Sumatera Utara, jumlah korban meninggal mencapai 283 orang, korban hilang 169, dan luka-luka 613 orang.Selain itu, data BNPB juga mencatat kerusakan infrastruktur yang cukup signifikan: 3.500 rumah rusak berat, 4.100 rumah rusak sedang, dan 20.500 rumah rusak ringan. Fasilitas publik juga terdampak, termasuk 271 jembatan dan 282 fasilitas pendidikan.Baca juga: Belajar dari Aceh–Sumut dan Sumbar, Gubernur Sumsel Minta Mitigasi Bencana DiperketatKepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyebut ketebalan lumpur menjadi kendala utama dalam pencarian korban hilang.“Justru yang memungkinkan menjadi permasalahan adalah ketebalan lumpur yang pada saat mengering,” ujar Syafii di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin .Ia menambahkan, korban yang tertimbun lumpur membutuhkan penanganan khusus. “Jadi pada saat korban itu sudah tertimbun lumpur, di situ yang memang membutuhkan penanganan khusus,” ucapnya.Untuk membantu pencarian, Basarnas juga mengerahkan anjing pelacak K9.“Karena itu kita juga mengerahkan dari kantor SAR terdekat bersama dengan potensi SAR yang ada di wilayah, kita sudah mulai menggunakan K-9 anjing pelacak untuk membantu tugas pencarian,” tuturnya.Baca juga: BPBD Update Korban Banjir-Longsor Sumut: 281 Meninggal, 174 Hilang, dan 547.971 MengungsiSyafii menjelaskan luasnya wilayah terdampak membuat kebutuhan personel SAR jauh lebih besar dari normal.“Pada saat wilayah-wilayah yang apalagi terisolasi, personel SAR yang melaksanakan tugas akan berjalan dari satu titik menyusuri sampai sepanjang mana yang tidak bisa diprediksi,” jelasnya.Hambatan lain adalah logistik dan sarana transportasi, terutama di wilayah terisolasi akibat longsor dan banjir.
(prf/ega)
BNPB Laporkan Korban Banjir dan Longsor di Sumatera Capai 604 Orang, Sumut Terbanyak
2026-01-11 03:19:21
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:57
| 2026-01-11 03:04
| 2026-01-11 03:03
| 2026-01-11 02:26










































