Hari Terakhir Bursa 2025, IHSG Dibuka ke Zona Merah, Turun 0,53 Persen

2026-02-05 09:08:42
Hari Terakhir Bursa 2025, IHSG Dibuka ke Zona Merah, Turun 0,53 Persen
JAKARTA, - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada Selasa atau hari terakhir perdagangan bursa tahun ini.Data Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip melalui RTI, IHSG dibuka di level 8.627,40 dan langsung terkoreksi hingga menyentuh terendah 8.584,87.Di sesi awal, indeks hanya mampu mencatatkan level tertinggi di 8.629,44 sebelum kembali tertekan. Hingga pukul 09.14 WIB, indeks berada di posisi 8.598,40 atau melemah 45,85 poin setara 0,53 persen.Baca juga: Reli Terkuat dalam Satu Dekade, IHSG Tutup 2025 dengan Catatan Emas, Seperti apa di 2026? Tercatat sebanyak 285 saham turun, 230 saham menguat dan 184 bergerak stagnan. Aktivitas perdagangan terbilang cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 5,50 miliar saham. Nilai transaksi mencapai Rp 3,26 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 411.930 kali.Adapun, pergerakan sektoral di pasar saham berlangsung bervariasi, di mana sejumlah sektor bertahan di zona hijau, sementara lainnya tertekan.Sektor infrastruktur mencatatkan penguatan 1,35 persen, barang konsumsi non-siklikal menguat 0,54 persen, teknologi naik 0,25 persen, barang konsumsi siklikal bertambah 0,24 persen, transportasi dan logistik bergerak menguat 0,12 persen.Di sisi lain, tekanan masih membayangi sejumlah sektor. Barang baku menjadi yang paling tertekan dengan koreksi 1,73 persen. Pelemahan juga dialami sektor energi 0,47 persen, perindustrian turun 0,37 persen, keuangan terkoreksi 0,25 persen, properti turun 0,15 persen dan kesehatan melemah 0,11 persen.Laju IHSG hari ini diperkirakan masih dibayangi potensi koreksi. Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut pergerakan IHSG diperkirakan masih berada pada bagian wave [iv] dari wave 5, yang mengindikasikan indeks masih rawan terkoreksi untuk menguji area 8.464-8.493.“Kami memperkirakan, saat ini IHSG sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 5 pada label hitam, sehingga IHSG masih rawan terkoreksi untuk menguji 8,464-8,493,” ujar Herditya dalam analisa hariannya.Baca juga: Jelang Penutupan Bursa 2025, IHSG Diproyeksi Rawan Koreksi Hari IniDalam skenario terburuk (worst case), IHSG diperkirakan telah menyelesaikan wave (1) dan berpotensi mengalami koreksi yang lebih dalam menuju area psikologis 8.000-an.“Namun worst case (merah), IHSG sudah menyelesaikan wave (1) dan akan terkoreksi cukup dalam ke area 8,000-an,” paparnya.Adapun level teknikal yang perlu diperhatikan pelaku pasar, IHSG memiliki area support di kisaran 8.493 dan 8.414. Sementara itu resistance berada di area 8.656 dan 8.714.Pada perdagangan perdagangan Senin , IHSG ditutup menguat. Indeks melonjak 106,34 poin atau 1,25 persen ke level 8.644,26. Data Bursa Efek Indonesia dikutip melalui RTI, IHSG sejak pembukaan berada di level 8.545,72, bergerak konsisten di zona hijau dan sempat menyentuh level tertinggi harian di 8.652,18.Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-05 07:53