7 Fakta Soal Dewi Astutik, Gembong Narkoba Jaringan Internasional Asal Ponorogo yang Ditangkap BNN

2026-01-11 23:54:56
7 Fakta Soal Dewi Astutik, Gembong Narkoba Jaringan Internasional Asal Ponorogo yang Ditangkap BNN
- Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menangkap gembong narkoba kelas kakap sekaligus buronan internasional, Dewi Astutik alias Mami, dalam operasi lintas negara di Sihanoukville, Kamboja.Penangkapan ini menjadi sorotan karena menuntaskan pencarian panjang terhadap pengendali utama jaringan narkotika Golden Triangle dan Golden Crescent yang beroperasi di Asia Tenggara, Asia Timur, hingga Afrika.Berikut 7 fakta lengkap mengenai Dewi Astutik yang kini tengah menjalani proses hukum di Indonesia.BNN mengungkap keberhasilan ini sebagai hasil kolaborasi erat dengan:Operasi penangkapan dipimpin langsung oleh Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Roy Hardi Siahaan.Dewi diringkus saat hendak menuju lobi sebuah hotel di Sihanoukville. Setelah ditangkap, ia dibawa ke Phnom Penh untuk verifikasi identitas sebelum dipulangkan ke Indonesia.Baca juga: Rekam Jejak Dewi Astutik, Gembong Narkoba Internasional yang Ditangkap BNN di KambojaNama Dewi Astutik mencuat setelah BNN menggagalkan penyelundupan dua ton sabu di kapal KM Sea Dragon Tarawa pada Mei 2025 di perairan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau.BNN menyebut Dewi sebagai aktor intelektual penyelundupan bernilai Rp 5 triliun tersebut.Bahkan, dari pemeriksaan awal, ia diduga memiliki kaitan dengan jaringan gembong narkoba lain seperti Fredy Pratama.KOMPAS.COM/SUKOCO Lingkungan Desa Balong, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, alamat yang tertera di foto copy ktp maupun passport atas nama Dewi Astutik yang menjadi buron BNN terkait penyelundupan sabu sabu seberat 2 ton. Warga desa setempat kenal dengan foto yang beredar di pemberitaan, tapi namanya bukan Dewi Astutik.Penelusuran ke kampung halamannya mengungkap fakta mengejutkan: “Dewi Astutik” bukan nama asli. Kepala Dusun Sumber Agung, Gunawan, memastikan hal itu.“Nama Dewi Astutik tidak ada. Tetapi alamat itu memang warga sini. Fotonya juga kenal,” ujar Gunawan .Menurut warga, termasuk Sri Wahyuni, nama asli perempuan itu berinisial PA, bukan Dewi Astutik.Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, membenarkan temuan tersebut.“Identitas yang pertama dipalsukan, punya keluarganya. Orang situ, tapi kartunya (KTP) dipalsukan,” ujarnya.Baca juga: Siapa Sebenarnya Dewi Astutik, Perempuan di Balik 2 Ton Sabu Senilai Rp 5 Triliun?Artinya, nama Dewi Astutik adalah identitas samaran yang ia gunakan saat menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan saat mengendalikan jaringan narkoba internasional.


(prf/ega)