4 Kecamatan di Kebumen Jadi Pilot Project “Kecamatan Berdaya” di Jateng, Program Apa Itu?

2026-01-11 23:03:53
4 Kecamatan di Kebumen Jadi Pilot Project “Kecamatan Berdaya” di Jateng, Program Apa Itu?
KEBUMEN, – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara serentak mencanangkan program unggulan “Kecamatan Berdaya” yang dilaksanakan di 35 kabupaten/kota.Program yang digagas oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, ini bertujuan untuk menjadikan kecamatan sebagai pusat pelayanan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat berbasis inklusif.Acara puncak peluncuran program ini diadakan di Desa Sidodadi, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, dan dihadiri oleh Gubernur Ahmad Luthfi serta Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen beberapa waktu lalu.Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kebumen, Budhi Suwanto, menjelaskan bahwa penetapan Kecamatan Berdaya merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah mengenai pelaksanaan program tersebut di seluruh daerah.“Hingga Oktober 2025, Kabupaten Kebumen telah mencapai target dengan menetapkan empat kecamatan sebagai lokasi pilot project Kecamatan Berdaya, yakni Bonorowo, Sadang, Gombong, dan Sempor,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima pada Kamis .Program ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Jateng untuk memperkuat fungsi kecamatan sebagai simpul pembangunan dan pemberdayaan.Dari total 537 kecamatan di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, sebanyak 150 kecamatan ditetapkan sebagai lokasi percontohan (pilot project) pada tahap pertama tahun 2025.Baca juga: Mendagri Soroti 11 Daerah di Jateng Lamban Terbitkan PBG, Gubernur Luthfi Akui Kendala TeknisBupati Lilis Nuryani menyampaikan bahwa implementasi Kecamatan Berdaya di Kebumen difokuskan pada empat pilar utama atau bidang layanan inti yakni;Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA). RPPA menyediakan layanan pendampingan, konseling, dan perlindungan bagi korban kekerasan perempuan dan anak.Perlindungan lansia dan disabilitas, memastikan kelompok rentan memperoleh layanan dasar, akses bantuan, dan ruang pemberdayaan.Lalu, Taruna Karya Mandiri (Zilenial), wadah pengembangan potensi generasi muda, termasuk pelatihan kewirausahaan dan kegiatan sosial kreatif.Terakhir, sport center Kecamatan — pusat pembinaan olahraga dan kebugaran masyarakat untuk meningkatkan kesehatan serta prestasi.“Program ini bertujuan menjadikan setiap kecamatan sebagai pusat ekonomi, kreativitas, dan perlindungan bagi perempuan, anak, disabilitas, serta generasi Zilenial,” jelas Bupati Lilis.Lebih lanjut, Bupati Lilis menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar implementasi program ini berjalan efektif dan berkelanjutan.Baca juga: Menu MBG Diperiksa Ketat, SPPG di Kebumen Terapkan Uji Formalin hingga Sianida“Harapannya, di tingkat kecamatan terbangun komitmen antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha untuk mendukung layanan ini. Misalnya, Dinas Pendidikan bisa memperkuat bidang olahraga, Disnakertrans memberikan pelatihan kompetensi dan akses kerja bagi pemuda, sementara pelaku UMKM ikut berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi lokal,” ungkapnya.


(prf/ega)