Harta Karun Dinasti Ming Ditemukan di Tembok Besar China, Ada Meriam hingga Tulisan Pilu

2026-01-12 02:52:50
Harta Karun Dinasti Ming Ditemukan di Tembok Besar China, Ada Meriam hingga Tulisan Pilu
- Tembok Besar China terus menyingkap rahasia kehidupan masa lampau yang tersembunyi di balik batu-batu pertahanannya.Temuan terbaru dari penggalian arkeologi mengungkap sebuah meriam dari era Dinasti Ming (1368–1644) yang menegaskan kuatnya fungsi militer Tembok Besar.Selain itu, penemuan ini juga memberikan gambaran tentang pertukaran pengetahuan teknologi militer antara China kuno dan Eropa, dikutip dari Popular Mechanics .Penemuan tersebut terungkap seiring proses restorasi tembok yang dilakukan bata demi bata di kawasan Jiankou, wilayah pegunungan dekat Beijing.Penggalian ini dipimpin oleh peneliti madya Institut Arkeologi Beijing, Shang Heng.Tim penggalian memperluas area penelitian dari Menara Zhengbei, yang telah digali pada 2024, ke arah timur hingga Niujijiaobian.Dari lokasi tersebut, para arkeolog menemukan tiga menara pengawas yang sebelumnya tidak diketahui, yakni Menara Nomor 117, 118, dan 119, beserta dinding penghubungnya.Struktur-struktur ini menyimpan berbagai sisa kehidupan militer serta aktivitas sehari-hari masyarakat China di masa lampau.Baca juga: Laporan Rahasia: AS Bakal Kalah Telak jika Perang Terbuka dengan China, Ini PenyebabnyaMenurut Heng, temuan paling menonjol adalah sebuah meriam era Dinasti Ming yang diperkirakan berasal dari tahun 1632 Masehi.Prasasti pada meriam yang masih terawat dengan baik memberi peluang bagi para ahli untuk mempelajari teknik pembuatan serta perkembangan teknologi militer pada masa tersebut.Meriam tersebut memiliki panjang sekitar 89 sentimeter dengan berat sekitar 112 kilogram. Pada bagian tubuhnya tertera tulisan “Tahun Chongzhen ke-5”, yang merujuk pada tahun 1632.Bentuk dan ukuran larasnya juga menunjukkan kemiripan dengan meriam bergaya Eropa yang dilapisi warna merah.Adapun, keberadaan meriam ini sesuai dengan landasan baterai yang ditemukan di tembok.Hal ini mengindikasikan bahwa senjata dengan gaya dan ukuran serupa kemungkinan merupakan perlengkapan standar di menara pengawas.“Ini merupakan bukti fisik yang sangat penting tentang pertukaran teknologi militer antara China dan Barat,” ujar Heng, dilansir dari Global Times .Baca juga: Asia Timur Memanas, Korsel dan Jepang Kerahkan Jet Tempur Respons Patroli Gabungan Rusia-China


(prf/ega)