OKU, - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ogan Komering Ulu (OKU) mengungkap kronologi pembunuhan Sayidatul Fitriyah (27), seorang guru PPPK, yang dibunuh Riko Irawan (29), mantan penjaga tempat kosnya.Peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa malam, ketika Riko yang tinggal di rumah mertuanya di Desa Suka Pindah, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, Kabupaten OKU, Sumatera Selatan, terlibat keributan dengan istrinya.Merasa tidak betah, Riko memutuskan untuk keluar dan tidur di salah satu kamar kos kosong yang berada di sebelah tempat tinggal korban.Baca juga: Pemprov Kalteng Upayakan Peningkatan Status Guru Honorer Jadi PPPKPada malam itu, Sayidatul mendengar suara batuk-batuk yang mencurigakan. Ia kemudian menghubungi pemilik kamar kos karena di lokasi tersebut hanya ada satu kamar yang dihuni."Keesokan paginya, penjaga kos datang memeriksa kamar. Pelaku kemudian menghindar dengan masuk ke plafon lalu berpindah melalui lubang plafon ke kamar korban. Saat itu korban sudah berangkat mengajar," kata Kapolres OKU AKBP Endro Ariwibowo dalam konferensi pers pada Jumat .Setelah Riko masuk ke kamar korban, ia berusaha untuk keluar. Namun, situasi pagi itu telah ramai dengan aktivitas warga, sehingga ia memilih untuk tetap bersembunyi di dalam kamar.Pada pukul 13.00 WIB, Sayidatul pulang dari sekolah. Saat membuka pintu, ia melihat Riko berada di bagian belakang kamar."Korban spontan berteriak maling, sehingga pelaku membungkam mulut korban dan mendorongnya ke kasur," jelas Endro.Baca juga: Guru PPPK OKU Tewas Terikat, Keluarga Tolak Otopsi meski Korban Diduga DibunuhKorban yang berusaha melawan menyebabkan pelaku mengalami luka cakaran.Riko kemudian membekap mulut Sayidatul dengan jilbab, mengikat tangannya menggunakan dasi, dan mengikat kakinya dengan jilbab sehingga korban tidak dapat bergerak."Pukul 15.00 WIB, pelaku keluar dari kamar korban dan mengambil satu unit handphone. Ia kemudian melarikan diri dan bersembunyi di rumah orangtuanya di Desa Munggu Kecamatan Muara Kuang, Kabupaten Ogan Ilir," ujar Kapolres.Jenazah Sayidatul ditemukan oleh warga dalam kondisi terikat pada Rabu .Penemuan tersebut segera memicu penyelidikan polisi yang berhasil menangkap pelaku pada Jumat dini hari di rumah orangtuanya."Kami menemukan handphone korban yang sempat diambil pelaku. Handphone itu disembunyikan pelaku di salah satu rumah kosong tak jauh dari lokasi kejadian," kata Endro.
(prf/ega)
Kronologi Pembunuhan Guru PPPK di OKU, Berawal dari Ribut dengan Istri
2026-01-12 05:38:50
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:31
| 2026-01-12 05:03
| 2026-01-12 04:50
| 2026-01-12 04:25










































