Hujan Deras Terjang Bali Utara, Empat Rumah Rusak dengan Kerugian Rp 65 Juta

2026-01-13 06:26:53
Hujan Deras Terjang Bali Utara, Empat Rumah Rusak dengan Kerugian Rp 65 Juta
BULELENG, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng mencatat empat peristiwa kerusakan bangunan akibat hujan deras yang melanda wilayah Bali utara, Minggu .Total kerugian material dari rangkaian kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp 65 juta.Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, mengatakan hujan berintensitas tinggi yang turun sejak sore hingga malam hari memicu sejumlah kerusakan di beberapa kecamatan.Peristiwa pertama terjadi di Desa Suwug, Kecamatan Sawan. Tembok kamar mandi, dapur, serta penyengker rumah milik warga bernama Nengah Remada roboh akibat terjangan air hujan. Kerugian material dari kejadian ini ditaksir mencapai Rp 15 juta.Baca juga: Kejagung Ungkap 1 Perusahaan Diproses Pidana terkait Banjir SumateraMasih di desa yang sama, hujan deras juga memicu longsor pada fondasi kamar mandi dan dapur rumah milik Nengah Rudanis.Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan akibat longsoran tersebut menyebabkan kerugian sekitar Rp 20 juta.Kerusakan berikutnya terjadi di Desa Unggahan, Kecamatan Seririt.Senderan rumah milik Putu Jeniarta dilaporkan jebol akibat tekanan air hujan dan kondisi tanah yang labil. BPBD menaksir kerugian material dari kejadian ini mencapai Rp 10 juta.Sementara itu, peristiwa keempat tercatat di Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan. Senderan rumah milik Wayan Buda Westrawan mengalami longsor dengan nilai kerugian ditaksir sekitar Rp 20 juta.“BPBD sudah melakukan asesmen di seluruh lokasi terdampak sekaligus menyalurkan bantuan darurat,” kata Suyasa, dikonfirmasi Senin .Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako serta perlengkapan tidur seperti matras, selimut dan terpal kepada warga yang rumahnya terdampak bencana.Baca juga: Pengungsi Banjir Aceh Utara Bertahan dengan Air Sumur Asin dan BauSuyasa menjelaskan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ancaman bibit Siklon Tropis 93S berpotensi meningkatkan intensitas hujan di wilayah Bali, termasuk Kabupaten Buleleng.“Dampaknya diperkirakan sampai 18 Desember 2025. Sejak dua hari lalu sudah terasa dampaknya, mulai dari pohon tumbang hingga longsor batu,” ujarnya.Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Buleleng akan membentuk posko terpadu penanggulangan bencana yang diisi 13 organisasi perangkat daerah (OPD).Posko tersebut akan beroperasi selama 24 jam untuk merespons kejadian darurat.


(prf/ega)