Wakasau Tinjau Pembangunan Satrad Baru, Fokus Kawasan IKN dan Jalur ALKI II

2026-01-11 03:26:52
Wakasau Tinjau Pembangunan Satrad Baru, Fokus Kawasan IKN dan Jalur ALKI II
JAKARTA, - Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi mengecek progres pembangunan Satuan Radar (Satrad) baru di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dan Takalar, Sulawesi Selatan, Rabu .Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan setiap tahapan pembangunan TNI Angkatan Udara berjalan sesuai rencana dan memenuhi standar operasional untuk memperkuat sistem pertahanan udara nasional.Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana menuturkan, di Banjarbaru, Wakasau meninjau sejumlah fasilitas yang sedang dibangun.“Mulai dari area perkantoran, kompleks perumahan, hingga sarana pendukung lain yang menjadi bagian integral dari operasional radar,” kata I Nyoman, dalam keterangannya, Kamis .Baca juga: UU TNI Digugat Lagi ke MK, Apa yang Dipersoalkan?Kehadiran Satrad baru di wilayah ini diproyeksikan untuk meningkatkan kemampuan pengawasan udara, terutama di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, dari perairan selatan Kalimantan hingga kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).Sementara itu, Satrad baru di Takalar bertujuan untuk memperkuat kemampuan deteksi dan pemantauan pergerakan pesawat di wilayah udara tengah hingga timur Indonesia.Kepada pihak pelaksana pembangunan, Tedi meminta agar memperhatikan ketepatan waktu dan menjaga kualitas pekerjaan, serta menambah jumlah pekerja hingga empat kali lipat untuk mengantisipasi musim hujan dan libur Natal serta Idul Fitri.“Pembangunan ini sangat krusial bagi kesiapsiagaan sistem pertahanan udara nasional. Oleh karena itu, setiap tahapan harus dijalankan dengan standar terbaik, tepat waktu, dan berkualitas,” tegas dia.Dalam kunjungan tersebut, Tedi didampingi Irjenau Marsdya TNI Arif Mustofa, para Wakil Asisten Kasau, Kaskodau II, Irkoopsau, Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Komandan Lanud Sjamsuddin Noor, serta pejabat TNI AU lainnya.Sebagai informasi, Tentara Nasional Indonesia (TNI) menargetkan kekuatan pembangunan mulai dari ratusan batalion Angkatan Darat (AD), armada Angkatan Laut (AL), hingga puluhan satuan radar (Satrad) Angkatan Udara (AU).Baca juga: Lengkap! Ini Daftar Rotasi 27 Pati-Pamen TNI di KemenhanPembangunan kekuatan TNI itu merupakan bagian dari implementasi Optimum Essential Force (OEF) yang menjadi amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, untuk mewujudkan postur pertahanan nasional yang adaptif dan modern.Hal tersebut menjadi pembahasan dalam rapat koordinasi yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) pada Rabu ."Melalui Rakor ini, Kemenko Polkam memastikan arah pembangunan kekuatan TNI tahun 2025-2029 berjalan terpadu dan sejalan dengan kebijakan pertahanan nasional yang diamanatkan dalam RPJMN,” ujar Asdep Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan Kemenko Polkam Brigjen TNI (Mar) Kresno Pratowo, dalam keterangannya, Jumat .TNI AD memfokuskan penguatan pertahanan darat di wilayah perbatasan, termasuk Papua, Kalimantan, dan Nusa Tenggara Timur, dengan target pembentukan 750 Batalion Tempur (BTP) hingga 2029.Baca juga: TNI Klaim Pasal yang Digugat di MK Bikin Militer Terkendali di Bawah SipilTNI AL berencana membentuk lima Komando Armada (Koarmada) dan lima belas Komando Daerah Maritim (Kodamar), sekaligus meningkatkan modernisasi sarana dan prasarana kapal baru berbasis teknologi informasi hingga 2029.Sementara itu, TNI AU menargetkan pembentukan 33 Satuan Radar (Satrad) hingga 2029, serta pengembangan Satuan Antariksa di bawah Kohanudnas untuk memperkuat sistem pertahanan udara nasional.


(prf/ega)