Agar Bisnis Kos-kosan Cuan, Pahami Dulu Empat Tips Ini

2026-02-08 16:30:59
Agar Bisnis Kos-kosan Cuan, Pahami Dulu Empat Tips Ini
JAKARTA, - Bisnis co-living atau lebih beken dikenal "kos-kosan" masih menjadi salah satu pilihan investasi properti yang diminati di Indonesia.Seiring meningkatnya mobilitas penduduk dan kebutuhan hunian di kawasan perkotaan, usaha ini ternyata memiliki prospek jangka panjang.Baca juga: Tahun Ini, Cove Berencana Buka 50 Properti di JabodetabekJika ingin memulai investasi ini, Anda harus cari tahu terlebih dahulu sederet tips yang bisa dimaksimalkan.Ini juga yang disampaikan Country Director of Growth & VP of Online Marketing Cove Indonesia Dian Paskalis saat menjawab Kompas.com, beberapa waktu lalu.Menurut Dian, alasan ingin berbisnis kos-kosan harus dipahami terlebih dahulu oleh calon pemilik.Dian menambahkan, salah satu keunggulan bisnis kos-kosan adalah bisa bekerja sama dengan operator."Karena, banyak instrumen investasi kan, dari sisi saham, kos-kosan, ataupun fleksibel kayak hotel, ataupun misalkan yang lain, padel dan sebagainya. Nah, itu harus dipastikan dulu," tutur dia.Dian berpendapat, kos-kosan merupakan bisnis dengan kenaikan harga sewa setiap tahun. Sehingga, ini merupakan bisnis yang bertumbuh."Dan biasanya akan stabil karena rata-rata orang akan perlu tempat hunian, seperti saya bilang tadi, banyak dari masyarakat yang enggak mampu beli rumah," tutur Dian.Melihat pengalaman Cove, bisnis kos-kosan harus memiliki demand driver (pendorong permintaan) yang dilihat dari sisi lokasi, sebagai contoh dekat perkantoran dan kampus."Nah, kalau cuma satu, misalkan ini dekat kampus, susah sekali biasanya. Karena, biasanya kalau sudah ada kampus, kita akan tumbuh banyak properti. Dan biasanya enggak stabil begitu," tutur dia.Baca juga: Harga Kos-kosan Fasilitas Apartemen, Hidup Murah di Pusat Kota JakartaDian beralasan, karena mahasiswa biasanya suka berkumpul dengan teman-temannya. Sehingga, satu mahasiswa tinggal di suatu tempat, maka akan diikuti dengan mahasiswa lain.Sementara, orang yang bekerja di perkantoran umumnya akan mencari kos yang ditempati dalam jangka panjang."Nah, dari kami lihat, minimum dia harus punya dua demand driver tersebut," tutur dia.Selanjutnya, calon pemilik kos-kosan harus memahami dua hal yang penting insulasi maupun tingkat kelembapan."Karena kalau lembap, biasanya akan berulang jamur, tidak baik, tidak sehat. Kalau masalah insulasi, biasanya berisik kalau di jalan, orang bicara, kedengeran dari sebelah, enggak nyaman, privasinya enggak ada," tambahnya.Secara umum, hal yang diperhatikan jika ingin mebangun kos-kosan adalah ketahui target dan potensi pasar, kompetitor, fasilitas apa yang dibutuhkan, serta kualitas bangunan."Dan pada akhirnya adalah tentu operasionalnya. Harus di-manage (diatur) supaya tidak banyak bocor, tetap bersih, semua terawat dan semua fasilitas berjalan dengan normal," tutupnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Meski membawa teknologi kamera baru, rumor menyebut jumlah kamera belakang Xiaomi 17 Ultra justru dipangkas menjadi tiga, dari sebelumnya empat kamera pada Xiaomi 15 Ultra.Selain sensor 200 MP, ponsel ini diperkirakan mengusung kamera utama 50 MP serta kamera ultrawide 50 MP.Xiaomi juga dirumorkan bakal menjadi produsen pertama yang menghadirkan Leica APO zoom camera di ponsel. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan warna lebih akurat, detail lebih tinggi, serta performa makro yang lebih baik, termasuk dalam kondisi cahaya rendah.Di luar sektor kamera, Xiaomi 17 Ultra diperkirakan akan ditenagai chipset tercanggih Qualcomm saat ini, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset tersebut bakal dipadukan dengan layar OLED berukuran 6,85 inci yang mendukung resolusi tinggi dan refresh rate tinggi.Baca juga: HP Xiaomi Redmi Note 15 Series Meluncur Global, Ini SpesifikasinyaDari sisi daya, ponsel ini dirumorkan mengusung baterai berkapasitas 7.000 mAh, meningkat dari 6.000 mAh pada generasi sebelumnya, dengan dukungan pengisian cepat hingga 100 watt.Soal desain, Xiaomi 17 Ultra disebut tidak banyak berubah dari pendahulunya. Ponsel ini dikabarkan tetap mengusung layar datar tanpa tepi melengkung, serta dilengkapi pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar untuk menunjang keamanan.Setelah debut di China pada pekan depan, Xiaomi 17 Ultra diyakini akan meluncur ke pasar global pada kuartal pertama atau sekitar bulan Januari-Maret 2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Headlines.

| 2026-02-08 16:30