Rapat Suksesi Keraton Surakarta, KGPH Hangabehi Jadi PB XIV, Jumenengan Gusti Purboyo Tetap Digelar

2026-01-12 03:24:52
Rapat Suksesi Keraton Surakarta, KGPH Hangabehi Jadi PB XIV, Jumenengan Gusti Purboyo Tetap Digelar
SOLO, - Rapat keluarga besar Keraton Kasunanan Surakarta terkait suksesi pascamangkatnya Sri Susuhunan Pakubuwono (PB) XIII pada Kamis diwarnai dengan penobatan KGPH Hangabehi sebagai penerus takhta.Di sisi lain, juga ada rencana jumenengan atau upacara kenaikan takhta Putra Mahkota, KGPAA Hamengkunegoro atau Gusti Purboyo, yang menyatakan diri sebagai Pakubuwono (PB) XIV. Agenda tersebut juga akan tetap berjalan.Rapat keluarga besar keraton itu dihadiri putra-putri dalem Pakubuwono (PB) XII dan putra-putri dalem PB XIII.Rapat yang difasilitasi oleh Maha Menteri Keraton Surakarta, KGPA Tedjowulan itu menobatkan KGPH Hangabehi sebagai penerus takhta trah Mataram Islam sebagai PB XIV.KGPH Hangabehi merupakan putra laki-laki tertua (Alm) PB XIII yang lahir dari istri pernikahan kedua.Baca juga: Keraton Surakarta Gelar Jumenengan Dalem Nata Binayangkare Pakubuwono XIV, Simbol Naiknya Raja BaruDi sisi lain, putra bungsu dari istri pernikahan ketiga mendiang PB XIII, yang sebelumnya dinobatkan sebagai Putra Mahkota, KGPAA Hamengkunegoro atau Gusti Purboyo, juga menyatakan diri sebagai Pakubuwono (PB) XIV.Perwakilan keluarga besar Keraton Surakarta, GKR Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng, mengatakan bahwa rapat ini bertujuan untuk menyatukan keluarga besar dan abdi dalem Keraton Surakarta."Sudah selesai yang itu masalah Sinuhun, Bapak yang lalu ke Sinuhun ini. Kita menyatu saja yang penting kita adalah menjaga keutuhan sentana, abdi dalem, kerabat semua dan melestarikan keraton," kata Gusti Moeng seusai mengikuti rapat di Keraton Surakarta, Kamis.Gusti Moeng juga menerangkan bahwa dalam rapat keluarga besar tersebut diwarnai penobatan KGPH Hangabehi sebagai PB XIV.Baca juga: Warga Doakan PB XIII Saat Tradisi 7 Harian di Keraton Kasunanan Surakarta, Berharap KetentramanPenobatan KGPH Hangabehi sebagai penerus takhta trah Mataram Islam berdasarkan paugeran.Menurut dia, apabila tidak ada permaisuri, maka penerus selanjutnya Raja Keraton Surakarta adalah anak laki-laki tertua. Pihaknya juga mempertanyakan surat wasiat dan sabda dalem terkait penerus PB XIII."Gusti Behi yang sekarang PB XIV kan tidak minta kepada Allah untuk dilahirkan lebih tua dari Purboyo. Itu sudah ditekankan, dijadikan acuan, paugeran bahwa kalau tidak punya permaisuri ya sudah anak laki-laki tertua. Tapi memang kan direkayasa seakan-akan ada permaisuri, ada surat wasiat, pengangkatan Adipati Anom sebelumnya baru akan kita kaji secara hukum," kata dia.Baca juga: Mengenal Tradisi Jumenengan, yang Diagendakan Keraton Solo 15 November 2025Mengenai rencana jumenengan atau upacara kenaikan takhta KGPAA Hamengkunegoro atau Gusti Purboyo sebagai PB XIV yang diselenggarakan pada Sabtu , Gusti Moeng tidak mempermasalahkan.Pihaknya masih akan menunggu setelah 40 hingga 100 hari wafatnya PB XIII."Biar saja mau jalan. Saya tetap akan berpegang pada 40 hari atau 100 hari," ungkap dia.


(prf/ega)