Ferry Irwandi Tanggapi Sindiran Rp 10 M Si Paling Kerja: Gue Malah Ngerasa Kurang

2026-01-12 05:48:50
Ferry Irwandi Tanggapi Sindiran Rp 10 M Si Paling Kerja: Gue Malah Ngerasa Kurang
JAKARTA, - Kreator konten Ferry Irwandi menanggapi sindiran anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Endipat Wijaya, dalam rapat bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).Dalam forum itu, Endipat menyoroti aksi para relawan dan kreator konten seperti yang menggalang donasi untuk korban bencana di Sumatera.Endipat menyebut donasi yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp 10 miliar masih terlalu kecil jika dibandingkan dengan apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah. Baca juga: Ferry Irwandi Sebut Endipat Wijaya Sudah Minta Maaf soal Sindiran Rp 10 M Si Paling KerjaFerry Irwandi menanggapi sindiran itu dengan santai."Gue malah ngerasa kurang euy, beneran. I wish I can do more. Maaf ya teman-teman, sekali lagi minta maaf," tulis Ferry di Instagram Storynya dikutip Kompas.com, Rabu .Diketahui, Ferry Irwandi berhasil menggalang dana Rp 10 miliar dalam waktu 24 jam.Ferry Irwandi merangkum semua pihak yang ingin mengetahui tanggapannya soal sindiran dari Endipat Wijaya.Ferry memastikan dirinya sama sekali tak marah atau tersinggung dengan ucapan sang anggota dewan.Baca juga: Pecah Tangis Ferry Irwandi Saat Tiba di Aceh Tamiang, Sampaikan Donasi Rp 10 Miliar untuk Korban Bencana"Soal perkataan pak dewan, buat temen-temen yang nanya, saya sama sekali tidak merasa amarah dan kesal," tulis Ferry.Pendiri Malaka Project ini bahkan merasa bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan serta dukungan publik kepadanya.Berkat kepercayaan dan dukungan itu, Ferry Irwandi berhasil mengumpulkan dan menyalurkan bantuan ke korban banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera.Baca juga: Profil Ferry Irwandi, Tinggalkan PNS Kementerian Keuangan dan Jadi Kreator Konten"Berkat dukungan luar biasa kawan-kawan semua, yang masif sekali dan tidak berhenti, gak ada orang yang bisa merasa kesal dan marah ketika mendapatkan dukungan dan support sebesar ini," kata Ferry.Ferry Irwandi juga mengatakan, Endipat Wijaya sudah menghubunginya secara langsung dan meminta maaf.Keduanya sepakat untuk tak memperpanjang konflik ini karena permasalahan bantuan untuk korban terdampak di Sumatera jauh lebih penting.Baca juga: Sempat Kesulitan Cari Pesawat, Ferry Irwandi Apresiasi Bantuan TNI-Polri"Beliau sudah menghubungi saya secara personal dar minta maaf, saya juga menerima itu karena gak adanya juga memelihara konflik di situasi seperti sekarang," tulis Ferry.Sebelumnya, Anggota DPR Endipat Wijaya menuai sorotan dari publik setelah menyampaikan pernyataan dalam rapat bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) di ruang rapat Komisi I DPR, Senin .Dalam rapat tersebut, ia menyinggung para relawan yang lebih viral saat memberikan bantuan bencana Sumatera dibandingkan kerja pemerintah."Ada orang yang cuma datang sekali, seolah-olah paling bekerja di Aceh," katanya.Politikus Gerindra ini menegaskan pemerintah juga hadir dalam penanganan bencana Sumatera.Sebuah kiriman dibagikan oleh Ferry Irwandi (@irwandiferry)


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-01-12 04:49