- Jumlah kunjungan wisatawan domestik (wisdom) ke Bali sepanjang tahun 2025, khususnya pada periode Posko Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), mengalami penurunan.Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utamanya adalah berkurangnya jumlah pesawat yang beroperasi menuju Bali.Dalam peninjauan kesiapan Posko Nataru bersama jajaran Bandara I Gusti Ngurah Rai, Pemprov Bali menemukan bahwa beberapa armada maskapai tengah menjalani perawatan besar.Garuda Indonesia biasanya melayani rute Bali menggunakan 11 pesawat, tetapi kini hanya mengoperasikan 9 pesawat.Baca juga: Ulun Danu Beratan Bali, Daya Tarik Wisata dan Harga Tiket MasuknyaCitilink yang biasanya menerbangkan 11 pesawat, pada periode ini hanya menggunakan 6 pesawat karena hampir 50 persen armadanya masuk masa perawatan.“Akibat pesawat berkurang, jumlah kursinya penuh terus. Ini salah satu faktor yang mengakibatkan menurunnya wisatawan nusantara yang berkunjung ke Bali,” kata Gubernur Koster di Badung, Minggu.Koster menjelaskan bahwa kondisi ini membuat wisatawan kesulitan mendapatkan tiket ke Bali karena kapasitas terbatas sementara permintaan tetap tinggi.Selain faktor penerbangan, Gubernur Koster menilai adanya pergeseran minat wisata domestik ke sejumlah destinasi di Pulau Jawa.Infrastruktur jalan tol yang kini semakin terhubung dan memadai membuat wisatawan lebih memilih perjalanan darat yang lebih praktis dan murah.“Ini wajar, karena akses jalan tol di Jawa memudahkan wisatawan,” ujarnya.Hingga 26 Desember 2025, jumlah kunjungan wisatawan domestik ke Bali baru mencapai 9,2 juta. Angka ini diproyeksikan ditutup pada kisaran 9,4 juta pengunjung, atau menurun sekitar 600.000–700.000 dibanding total 10,1 juta kunjungan pada 2024./Ni Nyoman Wira Ilustrasi wisatawan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali pada Jumat .Meski kunjungan wisdom menurun, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) justru menunjukkan tren positif.Gubernur Koster menegaskan bahwa Bali memang tengah fokus menggarap pasar internasional, dengan perkiraan tambahan 700 ribu wisman hingga akhir tahun 2025.Terhitung 1 Januari–26 Desember 2025:Baca juga: Hujan Deras, 8 Penerbangan Gagal Mendarat di Bandara Ngurah Rai BaliKoster menegaskan bahwa kondisi seperti ini tetap memberikan dampak positif pada ekonomi Bali.“Kalau dibilang Bali ini sepi, data menjawab tidak. Ramai malah,” tegasnya.Ia menjelaskan bahwa tingginya kunjungan wisman berpengaruh pada tingkat belanja, okupansi hotel, hingga lama tinggal wisatawan di Bali.
(prf/ega)
Wisatawan Domestik ke Bali Turun 700.000 Orang, Ini Kata Gubernur Koster
2026-01-12 07:14:36
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:07
| 2026-01-12 06:17
| 2026-01-12 05:34
| 2026-01-12 05:18
| 2026-01-12 04:57










































